Kolaborasi Ayo Tunjuk Tangan SGM Eksplor Optimalkan Akses Pendidikan Generasi Maju Negeri

Produsen nutrisi SGM Eksplor menilai kondisi pandemi Covid-19 semakin mempersulit akses pendidikan dan nutrisi generasi maju negeri.

Kolaborasi Ayo Tunjuk Tangan SGM Eksplor Optimalkan Akses Pendidikan Generasi Maju Negeri
Kolaborasi #AyoTunjukTangan SGM Eksplor mengoptimalkan akses pendidikan #GenerasiMaju negeri.

INILAHKORAN, Bandung - Kondisi pandemi Covid-19 semakin mempersulit akses pendidikan dan nutrisi anak-anak generasi maju negeri ini. Padahal, SGM Eksplor menilai kedua hal itu relatif penting untuk kemajuan bangsa di masa depan.

Sebagai produsen nutrisi, Marketing Manager SGM Eksplor Astrid Prasetyo mengaku tergugah untuk bergerak. Pihaknya menyadari, anak-anak merupakan harapan masa depan bangsa yang perlu dipersiapkan sejak dini. Salah satu kunci agar tumbuh menjadi #GenerasiMaju yakni dengan memastikan akses pendidikan dan nutrisi terpenuhi dengan baik.

Dia menyebutkan, hingga saat ini masih realtif banyak anak Indonesia yang menghadapi tantangan dalam pemenuhan akses pendidikan dan nutrisi yang optimal. Lantaran hal itu, pada 2021 ini SGM Eksplor melakukan rangkaian inisiatif kolaboratif melalui gerakan sosial #AyoTunjukTangan.

Baca Juga: SGM Eksplor Dukung Kemerdekaan Anak Mengakses Kemajuan

Menurutnya, gerakan sosial itu berhasil menyalurkan dukungan akses pendidikan dan nutrisi yaitu berupa dukungan gawai dan beasiswa pendidikan online bagi 1.500 siswa SD, rehabilitasi 10 sekolah dan 75.000 dukungan produk susu pertumbuhan untuk anak di atas usia 1 tahun yang tersebar di 41 kota dan 15 provinsi di Indonesia.

"Sampai sekarang, fakta menunjukkan 9 dari 10 anak di Indonesia masih mengalami kekurangan akses edukasi dan nutrisi yang memadai. Untuk itu, sejalan dengan visi Pemerintah dalam mempersiapkan dan membangun SDM unggul, SGM Eksplor terus berupaya untuk menghadirkan berbagai inisiatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak," kata Astrid saat konferensi pers virtual bertajuk "Kolaborasi Ayo Tunjuk Tangan Maksimalkan Akses Edukasi & Nutrisi Generasi Maju", Kamis 9 Desember 2021.

Astrid menyebutkan, gerakan sosial #AyoTunjukTangan merupakan salah satu komitmen SGM Eksplor berkolaborasi dengan banyak partner yang memiliki tujuan untuk bersama-sama berinisiatif untuk mendukung kemajuan anak Indonesia.

Pada 2021 ini, gerakan sosial itu tidak hanya berkolaborasi dengan masyarakat. Melainkan juga berkolaborasi dengan pemerintah melalui Kemendikbudristek dan pelaku industri lainnya yang memiliki komitmen sama untuk mewujudkan kemajuan anak Indonesia seperti Telkomsel.

Baca Juga: SGM Eksplor dan Alfamart Berikan Bantuan untuk Guru dari Sumatera Hingga Papua

Inisiasi itu disambut positif Telkomsel. General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry P Santoso mengatakan, sebagai perusahaan telekomunikasi digital pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan SDM dan komunitas digital talent masa depan Indonesia yang berkualitas unggul.

"Untuk itu, kami sangat senang dapat ikut terlibat dan berkontribusi dalam gerakan sosial #AyoTunjukTangan guna mendukung akses pendidikan bagi anak Indonesia dengan menjalankan peran kami sebagai connectivity enabler melalui penyediaan akses konektivitas yang sangat krusial untuk memastikan terselenggaranya pembelajaran daring dengan baik,” kata Andry.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) Jumeri menjelaskan kemajuan SDM Indonesia untuk mencapai visi Generasi Emas Indonesia 2045 merupakan salah satu prioritas penting pemerintah.

Baca Juga: SGM Eksplor Hadirkan Taman Prestasi di Bandung

"Kami meyakini, anak-anak Indonesia saat ini dapat menjadi mesin pembangunan yang luar biasa saat mereka mencapai usia produktif. Di kemudian hari, mereka akan dapat meraup manfaat maksimal dari bonus demografi untuk mendukung kemajuan masa depan bangsa," sebut Jumeri.

Sebagai pemegang otoritas pendidikan, pihaknya mengapresiasi inisiasi pihak swasta yang ingin ikut berkontribusi bersama. Harapannya, kolaborasi dan aksi gotong royong itu mendukung pendidikan anak-anak Indonesia guna mewujudkan Merdeka Belajar demi kemajuan generasi mendatang.

Menurutnya, pandemi semakin mempersulit akses nutrisi dan pendidikan. Akses terbatas terhadap kuota internet dan perangkat digital yang memadai juga menghambat siswa untuk belajar daring. Hanya kurang dari 15% siswa pedesaan yang memiliki komputer untuk belajar.

Baca Juga: SGM Eksplor Dukung Nutrisi 33 Ribu Anak Generasi Maju

Sedangkan, untuk pelajar yang tinggal di perkotaan hanya ada 25% yang mempunyai komputer untuk belajar dari rumah. Bahkan, banyak siswa yang berbagi ponsel pintar dengan saudara atau orang tua.

"Mereka juga bergantung pada temannya untuk mengerjakan tugas sekolah. Dari sisi akses nutrisi, dampak pandemi telah mengakibatkan adanya peningkatan kurangnya akses nutrisi untuk anak, sehingga mereka berisiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan gizi yang dapat menghambat kemampuannya untuk tumbuh secara optimal," tuturnya.

Sementara itu, pengamat sosial anak dan sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Daisy Indira Yasmine mengatakan pengembangan kualitas hidup seorang anak itu kudu didukung lingkungan sosial sekitar secara kolektif dan masif. Dengan kata lain, kesadaran masyarakat akan pemenuhan nutrisi dan pendidikan merupakan hal yang penting sebagai langkah awal untuk mengembangkan potensi anak.

"Adanya gerakan sosial #AyoTunjukTangan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta yang akan membentuk support system yang positif," ujanya. (Doni Ramdhani)


Editor : inilahkoran