Komwil III Apeksi Rumuskan Usulan soal Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah
Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) merumuskan usulan ke tingkat nasional untuk kemajuan kota-kota di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) merumuskan usulan ke tingkat nasional untuk kemajuan kota-kota di Indonesia.
Forum Mayors Talk 2026: Climate and Urban Resilience yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) IPB University itu dihadiri 25 wali kota. Mereka fokus membahas tentang lingkungan hidup dan pengelolaan persampahan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq membuka sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Hanif memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan masifnya langkah-langkah teknikal organisasi yang dilakukan Apeksi dalam mengawal isu lingkungan, mulai dari penanganan sampah hingga ketahanan pangan.
"Kami mengingatkan pentingnya mengantisipasi dinamika cuaca ekstrem akibat pergeseran musim yang berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk kesiapan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Hari ini sebenarnya sudah mulai masuk musim hujan, maka dampaknya juga tingkat segera nanti dari BMKG menjelaskan kepada kita bahwa pada saat musim hujan terdorong musim kemarau, maka ada beberapa hal yang juga harus kita khawatirkan," jelas Hanif di IICC Botani Square, Selasa (29/9/2026).
Hanif menjelaskan, pertemuan para wali kota itu diharapkan dapat melahirkan komitmen nyata serta poin-poin usulan kebijakan strategis yang nantinya bisa dikoordinasikan langsung dengan para menteri terkait, termasuk di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mendukung ketahanan wilayah.
Hanif juga menyinggung progres percepatan penanganan sampah melalui proyek strategis pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bogor Raya.
"Ya, langkah ini merupakan bentuk darurat penanganan sampah yang berjalan beriringan dengan upaya mengubah budaya masyarakat dalam mengelola lingkungan. Beberapa hari yang lalu, saya dengan Pak Wali Kota menemani Pak Menko dengan CEO Danantara untuk melakukan pembangunan dari pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ada dua lokasi sebenarnya, lokasi pertama di Galuga, nanti lokasi kedua di Kayu Manis. Tentu ini akan mereduksi sampah yang ada di Bogor Raya," jelasnya.
Hanif menekankan, proyek PSEL dihadirkan sebagai katalisator untuk mempercepat penyelesaian persoalan darurat sampah di perkotaan, tanpa harus menunggu proses perubahan budaya masyarakat yang memakan waktu relatif lama.
"Meski begitu, edukasi budaya sadar lingkungan tetap wajib berjalan beriringan," terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyambut baik arahan dan pesan strategis yang disampaikan pemerintah pusat melalui Wamenko Pangan.
Menurutnya, forum itu menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengingatkan kembali tanggung jawab moral dan konstitusional para kepala daerah agar senantiasa melahirkan kebijakan yang pro terhadap kelestarian lingkungan.
"Tadi sudah disampaikan oleh Pak Wamenko, ada amanah konstitusi di mana sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah itu harus mengacu juga bagaimana kemudian kita bisa melestarikan dan juga menjaga lingkungan," tutur Dedie.
Dedie berharap kehadiran 24 kepala daerah lain dalam forum Komwil III di Kota Bogor ini dapat menyimak dengan baik dan menjadikan poin-poin pembahasan tersebut sebagai landasan kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Editor : Doni Ramdhani

