Mayors Talk 2026, Kota Bogor Bagikan Praktik Pengelolaan Sampah ke 25 Kota

Kota Bogor menjadi tuan rumah Mayors Talk Climate and Urban Resilience 2026 dan berbagi praktik pengelolaan sampah kepada 25 kota anggota Komwil III APEKSI.

Mayors Talk 2026, Kota Bogor Bagikan Praktik Pengelolaan Sampah ke 25 Kota
Pembukaan Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang diselenggarakan oleh Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Balai Kota Bogor pada Senin (28/9/2026).

INILAHKORAN.ID– Kota Bogor menjadi tuan rumah Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang diselenggarakan Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk berbagi praktik pengelolaan Lingkungan, khususnya persampahan, kepada pemerintah kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI. Forum tersebut digelar di Balai Kota Bogor, Senin 28 September 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan tema Climate and Urban Resilience sejalan dengan berbagai langkah yang dilakukan Pemkot Bogor dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup, terutama melalui pengelolaan Sampah dari hulu hingga hilir.

Dedie juga memperkenalkan peran generasi muda dalam pengelolaan lingkungan melalui kolaborasi dengan Rekosistem. Perusahaan tersebut didirikan oleh Ernest Christian Layman dan kini berkolaborasi dengan Pemkot Bogor dalam menghadirkan waste station di Balai Kota Bogor.

"Banyak anak-anak muda yang sudah bergerak memberikan peran dalam melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya Rekosistem yang melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola sampah. Kemudian kami juga menghadirkan waste station di Balai Kota Bogor untuk memudahkan masyarakat dan harga yang ditawarkan lebih tinggi ketika warga menurunkan sampahnya di sini," ungkap Dedie dalam pembukaan Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026, Senin 28 September 2026 malam.

Waste Station di Balai Kota Bogor sebelumnya diluncurkan sebagai fasilitas pengelolaan sampah sekaligus ruang edukasi publik. Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bogor dengan Rekosistem dan sejumlah pihak lainnya serta menggunakan material konstruksi berbahan daur ulang.

Menurut Dedie, berbagai praktik yang telah dilakukan Kota Bogor membuka peluang untuk diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.

Selain pengelolaan sampah dari sisi hulu, Pemkot Bogor juga telah mengubah pendekatan pengelolaan sampah di sisi hilir. Dedie menyebut Kota Bogor tidak lagi menerapkan sistem open dumping, tetapi menggunakan metode controlled landfill dan kini tengah berproses membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

"Apa yang dilakukan Kota Bogor ini juga diapresiasi oleh APEKSI yang akan membawa praktik baik tersebut ke kota-kota lain di Indonesia," paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengatakan langkah yang dilakukan Kota Bogor dapat menjadi inspirasi bagi kota lainnya.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda diperlukan dalam membantu pemerintah menangani persoalan lingkungan. Kolaborasi juga diperlukan, baik antara pemerintah dengan masyarakat maupun antarpemerintah daerah.

"Pemerintah itu harus berkolaborasi dan ini luar biasa. Barang bekas semua bisa masuk dan diolah. Ini kolaborasi luar biasa. Dan sesama pemerintah juga harus berkolaborasi dalam membangun kota tangguh," terangnya.

Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.

"Ada 25 kota datang ke Bogor karena memang Bogor sangat konsen dan semangat. Bahkan ketika menjadi tuan rumah, Bogor ini ingin berbagi berbagai hal baik," terangnya.

Alwis mengatakan berbagai program yang dijalankan Kota Bogor dapat diadopsi oleh kota-kota lain, termasuk keberadaan waste station dan pengelolaan sampah.

Terlebih, Kota Bogor saat ini tengah berproses membangun PSEL yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

"PSEL juga yang paling terdepan implementasi dari PSN. Jadi Bogor ini akan berbagi apa yang sudah dilaksanakan dan dijalankan kepada Komwil III yang hadir, baik kepala daerah hingga dinas dan perangkat daerah yang juga hadir," pungkasnya.

Melalui Mayors Talk 2026, praktik pengelolaan lingkungan Kota Bogor menjadi salah satu bahan pertukaran pengalaman antarpemerintah kota dalam membangun kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.***


Editor : JakaPermana