Kota Bandung Membangun Peradaban dengan Merangkul Anak Jalanan

Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika Kota Bandung bekerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung memberikan literasi bagi anak-anak jalanan melalui kegiatan bertajuk "Literasi dalam Membangun Peradaban sebagai Upaya Mengentaskan Kemiskinan Anak Jalanan", Minggu, 27 Juli 2025.

Kota Bandung Membangun Peradaban dengan Merangkul Anak Jalanan
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin saat menghadiri kegiatan literasi bagi anak-anak jalanan bertajuk "Literasi dalam Membangun Peradaban sebagai Upaya Mengentaskan Kemiskinan Anak Jalanan", Minggu, 27 Juli 2025.

INILAH,Bandung- Di tengah riuhnya lalu lintas dan gedung-gedung menjulang di Kota Bandung, ada secercah harapan kecil yang tumbuh dari trotoar yang sering diabaikan, mereka tak lain adalah anak-Anak Jalanan

Sejatinya, anak-Anak Jalanan bukan sekadar bayangan yang lalu-lalang di perempatan, melainkan generasi yang sedang mencari tempat untuk bermimpi. Sayangnya, keberadaan Anak Jalanan kerap kali dipandang sebelah mata dan diabikan. Mereka tak ubahnya bunga trotoar yang kerap dianggap sebagai bagian dari kekejaman kota.

Alasan itulah yang menggugah, sejumlah aktivis perempuan dari Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika Kota Bandung. Sebagai bentuk kepedulian, KPM Dewi Sartika bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung menggagas program Literasi bagi Anak Jalanan bertajuk "Literasi dalam Membangun Peradaban sebagai Upaya Mengentaskan Kemiskinan Anak Jalanan", Minggu, 27 Juli 2025.

Ketua Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika, Santi Safitri mengungkapkan, kegiatan Literasi bagi Anak Jalanan lahir dari keprihatinannya terhadap Anak Jalanan yang belum terjangkau pendidikan formal. 

"Saya melihat langsung kebutuhan anak-anak ini. Mereka bukan hanya perlu sekolah, tapi juga pendidikan karakter. Jangan sampai anak-anak ini tumbuh dengan mental pengemis," ujarnya.

Berangkat dari keresahan itu, Santi dan para perempuan tangguh lainnya mengaku terbersersit untuk mengadakan kegiatan bertajuk "Literasi dalam Membangun Peradaban sebagai Upaya Mengentaskan Kemiskinan Anak Jalanan,".

Menurut Santi, kegiatan ini bukan sekadar seminar, tetapi sebuah gerakan kecil yang membuka buku dan membuka hati.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin yang turut hadir dalam kegiatan itu memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Erwin menyebut upaya seperti ini adalah wujud nyata dari pembangunan beradab. 

"Kami perlu pendekatan jangka panjang, terutama lewat pendidikan yang inklusif dan Literasi yang merata," katanya di sela-sela acara Minggu, 27 Juli 2025.

Erwin menuturkan, membangun peradaban yang adil dan bermartabat harus dimulai dengan memberi akses terhadap pengetahuan, nilai-nilai kemanusiaan, serta ruang aktualisasi yang setara. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

"Masalah Anak Jalanan dan kemiskinan adalah tantangan nyata. Pemerintah tak bisa hanya memberi bantuan sesaat. Kami perlu pendekatan jangka panjang, terutama lewat pendidikan yang inklusif dan Literasi yang merata," ibmuhnya.

Oleh karenanya, Erwin memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika atas terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan semangat tanggung jawab sosial semua pihak dalam mewujudkan keadilan nyata, khususnya bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen Pemkot Bandung untuk mewujudkan Bandung sebagai Kota Ramah Anak dalam visi "Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis". "Tapi niat baik saja tidak cukup. Diperlukan kolaborasi nyata antar semua pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan media. Kami tidak bisa bekerja sendiri," tegasnya.

Erwin juga menyampaikan kesiapan Pemkot untuk bersinergi dengan komunitas seperti KPM Dewi Sartika. Menurutnya, kekuatan perubahan sosial berasal dari gerakan warga yang konsisten dan berpihak pada kemanusiaan.

Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Medi Mahendra menambahkan, kolaborasi ini bisa menjadi langkah nyata untuk membangun kepercayaan diri anak-Anak Jalanan. "Kegiatan ini memberikan ruang bagi mereka. Ini bisa jadi momen penting menuju masa depan yang cerah, seperti anak-anak lainnya," ujar Medi.

Ia juga mengajak masyarakat Bandung untuk ikut berperan aktif dalam pemerataan pendidikan dan penguatan Literasi. "Kami harap warga Bandung turut membantu pemerintah. Karena Literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tapi kita semua," katanya.***


Editor : Ghiok Riswoto