KPU KBB Pastikan Penyandang Disabilitas Bisa Salurkan Hak Pilihnya pada Pilkada Serentak 2024

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat (KPU KBB) memastikan para pemilih dari kalangan penyandang disabilitas bisa menyalurkan hal pilihnya pada Pilkada Serentak 2024 mendatang.

KPU KBB Pastikan Penyandang Disabilitas Bisa Salurkan Hak Pilihnya pada Pilkada Serentak 2024
Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman menyebut, jumlah pemilih dari kalangan penyandang disabilitas yang sudah bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2024 tercatat sebanyak ribuan orang. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat (KPU KBB) memastikan para pemilih dari kalangan penyandang disabilitas bisa menyalurkan hal pilihnya pada Pilkada Serentak 2024 mendatang.

Ketua KPU KBB Ripqi Ahmad Sulaeman menyebut, jumlah pemilih dari kalangan penyandang disabilitas yang sudah bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2024 tercatat sebanyak ribuan orang.

Mengacu pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu, KPU KBB mencatat ada sebanyak 5.396 pemilih penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi pada pesta demokrasi tersebut. Jumlah tersebut tak jauh berbeda dengan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.

"Data tersebut diambil pada November 2023 lalu, mereka (penyandang disabilitas) sudah tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU KBB," kata Ripqi, Jumat 9 Agustus 2024.

"Bisa dipastikan pada Pilkada Serentak 2024 di KBB mereka pun turut serta,” ucapnya.

Ripqi menuturkan, pemilih disabilitas di KBB terbagi ke dalam beberapa kategori yakni disabilitas fisik sebanyak 2.319 orang, disabilitas intelektual sebanyak 404 orang dan pemilih disabilitas mental sebanyak 1.201 orang.

"Kemudian, pemilih disabilitas wicara sebanyak 553 orang, pemilih disabilitas rungu sebanyak 322 orang, dan disabilitas netra sebanyak 597 orang," tuturnya.

Ripqi mengungkapkan, pemilih disabilitas di KBB tersebar di 16 kecamatan antara lain Lembang, Parongpong, Cisarua, Cikalongwetan, Cipeundeuy, Ngamprah, Cipatat, Padalarang, Batujajar, Cihampelas, Cililin, Cipongkor, Rongga, Sindangkerta, Gununghalu, dan Saguling.

“Jadi kita siapkan petugas yang membantu saat pemilih disabilitas tersebut akan menyalurkan hak pilihnya. Kami sudah menugaskan petugas untuk bersiaga membantu pemilih disabilitas,” ujarnya.

Traetment yang sama pun bakal diberikan bagi penyandang tunanetra, mereka pun bakal didampingi oleh petugas. Namun, pencoblosan juga bisa dilakukan oleh pihak yang dipercaya pemilih.

Bahkan, petugas KPPS juga siap mendatangi rumah warga apabila diperlukan. Misalnya pemilih tidak bisa hadir karena lumpuh atau stroke.

“Jadi petugas KPPS bisa membawa surat suara ke rumahnya dengan posisi dibungkus plastik, dibawa alat coblosnya. Didampingi juga oleh petugas bawaslu. Pemilih juga bisa memilih apakah pendampingnya mau dari petugas kita atau keluarga,” jelasnya.

Pada Pilkada Serentak 2024 ini, kata Ripqi, pihaknya menargetkan partisipasi pemilih minimal bisa mencapai 85 persen. Meski begitu, KPU KBb akan terus melakukan sosialisasi terkait Pilkada 2024 sehingga pada akhirnya nanti semua pemilih bisa menyalurkan hak pilihnya.

“Sejumlah upaya pun terus dilakukan, salah satunya melalui sosialisasi pendidikan pasca pemungutan suara yang menargetkan kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T),” katanya.

Terlebih Bandung Barat, lanjut dia, menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang dijadikan lokus KPU RI dalam program sosialisasi menjelang Pilkada Serentak 2024.

“Untuk Jabar hanya dua, Bandung Barat dan Pangandaran yang dijadikan locus sosialisasi, dan ini meliputi pemilih mulai dari pemula, perempuan, disabilitas, marginal, masyarakat adat, serta anggota pengurus parpol,"  ujarnya. 


Editor : Doni Ramdhani