KPwBI Jabar Penuhi Kebutuhan Penukaran Uang
Serupa dengan sebelumnya, menjelang Lebaran tren permintaan uang baru di tingkat konsumen melonjak. Mengatisipasi hal itu, Kabtor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar membuka loket penukaran uang kas keliling perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Serupa dengan sebelumnya, menjelang Lebaran tren permintaan uang baru di tingkat konsumen melonjak. Mengatisipasi hal itu, Kabtor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar membuka loket penukaran uang kas keliling perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Jabar Sukarelawati Permana mengatakan, untuk seluruh daerah se-Jabar rencananya layanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8-31 Mei 2019.
“Untuk kebutuhan penukaran uang rupiah itu nanti pada 21 Mei 2019 akan di-launching secara resmi di Monumen Perjuangan Jawa Barat,” kata Sukarelawati di Bandung, Senin (13/5/2019).
Untuk layanan penukaran uang kas keiling perbankan itu dilakukan di berbagai tempat keramaian di Jabar. Seperti pasar, lapangan, taman kota, terminal, taman kota, rest area jalan tol, stasiun, mal, hingga bandara.
Layanan mobil kas keliling ini dilakukan 12 bank yang menjadi mitra. Tahun lalu, ke-12 bank yang ikut bekerja sama dalam layanan mobil penukaran uang terpadu itu yakni BRI, Mandiri, BTN, BJB, BNP, CIMB Niaga, DKI, MayBank, BRI Syariah, BJB Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri.
“Jadwal terakhir, kas keliling itu dilakukan pada 31 Mei 2019 di mal ITC Kebon Kalapa, Stasiun Bandung, dan Bandara Husein Sastranegara,” ujarnya seraya enggan menyebutkan angka pasti kebutuhan penukaran uang tersebut.
Meski demikian, dia mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang. Saat melakukan registrasi, mereka diharuskan menyiapkan kartu identitas. Lalu, mereka harus mengisi formulir penukaran serta uang yang akan ditukarkan disusun sesuai pecahan.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadan hingga libur Lebaran 2019. Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, kenaikan itu terhitung sebesar 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kini, kebutuhan uang tunai itu mencapai Rp217,1 triliun selama Ramadan dan libur Lebaran 2019. Angka ini naik sebesar 13,5% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp191,3 triliun,” kata Rosmaya.
Secara total, untuk Ramadan dan Lebaran 2019 itu, uang tunai yang disiapkan sebanyak Rp217,1 triliun . Terbesar didominasi kebutuhan Jabodetabek sebesar Rp51,5 triliun. Kemudian disusul Jawa Timur sebesar Rp29,9 triliun, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp31,1 triliun, dan Jawa Barat serta Banten sebesar Rp23 triliun. Sedangkan, sisanya tersebar di luar Pulau Jawa.
Rosmaya mengatakan, dalam penukaran uang ini masing-masing individu boleh menukarkan uang miliknya dengan berbagai pecahan dalam bentuk uang baru maskimal senilai Rp3,9 juta per orang. Untuk seluruh Indonesia, BI menyediakan 2.895 lokasi penukaran uang.
Editor : Doni Ramdhani

