Kronologi 3 Pelajar Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Swafoto di Batang
Ketiga korban diketahui tengah berada di area rel untuk berswafoto ketika kereta melintas dari arah Semarang menuju Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tragedi kecelakaan kereta api terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu pagi 21 Februari 2026. Tiga pelajar dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api Argo Merbabu saat berada di sekitar jalur rel dekat GOR Sarengat.
Informasi tersebut disampaikan oleh PT kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang. Ketiga korban diketahui tengah berada di area rel untuk berswafoto ketika kereta melintas dari arah Semarang menuju Jakarta.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi ketika KA Argo Merbabu melintas di jalur rel kawasan GOR Sarengat, Kabupaten Batang. Di lokasi tersebut, sejumlah remaja kerap berkumpul karena area terbuka dan minim pengawasan, terutama saat bulan Ramadhan.
Saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi, tiga pelajar yang berada terlalu dekat dengan jalur rel tidak sempat menghindar. Akibatnya, ketiganya tertemper kereta dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Manajer Humas PT kereta api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa setelah kejadian, KA Argo Merbabu sempat melakukan berhenti luar biasa untuk pemeriksaan sarana.
“Setelah dipastikan aman oleh awak perkeretaapian, perjalanan kereta dilanjutkan kembali pada pukul 07.09 WIB,” ujarnya di Batang.
Identitas Korban
Ketiga korban merupakan pelajar berusia 15 tahun, yakni Isnati Sawita, Dila, dan Gita. Mereka diketahui berasal dari Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.
Pihak KAI menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut dan menyayangkan masih adanya aktivitas masyarakat di area berbahaya seperti rel kereta api.
PT KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkerkeretaapian. Jalur rel merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta.
“Kami terus melakukan sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah dan masyarakat. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto,” tegas Luqman.
Penjaga pos perlintasan sebidang GOR Sarengat, Ramelan, menyebut jalur tersebut sangat berisiko karena kereta melaju kencang dan tidak selalu membunyikan klakson panjang.
Ia berharap para orang tua lebih aktif mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel kereta.
“Rel itu jalur maut. Kalau tidak hati-hati, korban bisa bertambah. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ucapnya.
Editor : Firda Rachmawati

