Kronologi WNA Asal Inggris Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Depok, Diduga Bunuh Diri
WNA Inggris berinisial DJR (53) ditemukan meninggal dunia, ini kronologinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris berinisial DJR (53) ditemukan meninggal dunia di ruang detensi Kantor Imigrasi Depok.
Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), memastikan kematian tersebut diduga kuat akibat bunuh diri.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyampaikan bahwa hasil investigasi internal dan autopsi forensik menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan dari pihak lain.
“Dari hasil penyelidikan dan autopsi, disimpulkan bahwa yang bersangkutan meninggal karena bunuh diri,” ujarnya saat memberikan keterangan di Tangerang, Jumat, 24 April 2026.
Meski demikian, pihak Imigrasi belum mengungkap secara rinci metode yang digunakan korban dalam mengakhiri hidupnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada 20 April 2026, ketika DJR diamankan oleh petugas Imigrasi Depok terkait pelanggaran izin tinggal di Indonesia. Ia kemudian ditempatkan di ruang detensi untuk menjalani proses administratif lebih lanjut.
Sehari setelahnya, tepatnya pada Selasa (21/4), petugas menerima laporan bahwa DJR ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kamar mandi ruang detensi. Saat itu, korban sebenarnya tengah dalam proses pengurusan untuk dikeluarkan dari rumah detensi.
“Waktu itu sedang diproses untuk pengeluaran dari ruang detensi, namun kemudian ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri,” jelas Hendarsam.
Diduga Alami Depresi
Menurut pihak Imigrasi, salah satu dugaan yang mengemuka adalah kondisi psikologis korban yang kemungkinan mengalami depresi. Hal ini dikaitkan dengan masa penahanan yang baru berlangsung selama dua hari.
“Karena baru dua hari berada di detensi, ada kemungkinan yang bersangkutan mengalami tekanan atau depresi,” tambahnya.
Imigrasi Depok telah menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Indonesia, termasuk anaknya, untuk menyampaikan kabar duka tersebut. Saat ini, koordinasi terus dilakukan terkait penanganan jenazah.
Pihak keluarga masih mempertimbangkan apakah jenazah akan dipulangkan ke Inggris atau dimakamkan di Indonesia.
“Kami masih berdiskusi dengan keluarga mengenai proses pemakaman, apakah akan dibawa ke negara asal atau dimakamkan di sini,” pungkas Hendarsam.
Editor : Firda Rachmawati
