Sambil Menangis Siswi yang Menghina Guru di Purwakarta Minta Maaf di Depan Dedi
Siswi dan murid SMAN 1 Purwakarta menangis minta maaf pada guru yang dihina mereka di depan Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Meski telah membuat video permintaan maaf yang diunggah ke media sosial, kini para murid termasuk siswi yang menghina gurunya di SMAN 1 Purwakarta minta maaf langsung ke sang Guru di depan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi baru-baru ini mendatangi SMAN 1 Purwakarta untuk bertemu Ibu Atun Syamsiah, guru yang dihina muridnya di dalam kelas.
Dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi anak-anak tersebut menangis tersedu-sedu saat meminta maaf pada sang guru usai mengacungkan jari tengah dalam video viral.
Ibu Atun menuturkan bahwa dirinya telah memaafkan semua muridnya khususnya seorang siswi yang pertama kali mengacungkan jari tengah pada dirinya.
"Udah ibu maafkan dari kemarin juga didoakan dimaafkan, insyaa Allah panjang umur sehat terus, doaken ibu," tutur Ibu Atun pada siswi yang menangis meminta maaf.
Saat siswi tersebut minta maaf ibu Atun memberi nasihat bahwa dalam dunia pendidikan tidak akan ada yang namanya bekas murid dan bekas guru.
"Udah yah neng, udah yah berubah yah, jadi ngga ada bekas guru, ngga ada bekas siswa yah, guru itu ngga punya bekas, ada cahaya kebaikan sampai akhir hidup ibu, sampai akhir hidup eneng yah sampai kapan pun," tuturnya.
Meski demikian Ibu Atun mengaku kaget bahwa muridnya tersebut berperilaku tidak pantas pada dirinya di belakangnya.
"Pernah ibu ngajarken ngga bener? ngga pernah? Tapi ibu kaget, tapi inimah latihan ujian, karena kebaikan itu banyak ujiannya yah kaya ibu ini, udah ibu maafkan dari kemarin juga didoakan dimaafkan," ungkap guru PKN tersebut.
Terakhir Ibu Atun juga meminta maaf pada muridnya jika dirinya memiliki kesalahan pada mereka yang tanpa dia sadari.
"Hampura ibu kalo ada kesalahan, bisi ibu ada kesalahan yang tidak ibu sadari, hampura ibu yah, padahal kemarinteh sama ibu udah dipuji kamu nilainya, diminta difoto ibu difoto yah, yakan ibu kaget," terangnya.
Sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang siswi memberikan gestur jari tengah kepada guru di SMAN 1 Purwakarta.
Dalam video yang lain memperlihatkan bahwa ada 9 murid di dalam satu kelas yang sama yang juga ikut mengacungkan jari tengah pada guru tersebut.
Aksi tersebut memicu keprihatinan publik karena dianggap mencerminkan menurunnya etika dan rasa hormat terhadap tenaga pendidik.
Banyak warganet menyayangkan perilaku tersebut dan menilai bahwa nilai sopan santun di kalangan generasi muda perlu kembali diperkuat, khususnya dalam lingkungan pendidikan.***
Editor : Irma Nurfajri

