Viral WNA Malaysia Ngaku Dicurangi Oknum Spa Hotel Jakarta
Unggahan warganet Malaysia viral di Threads usai mengungkapkan dugaan pengalaman tidak menyenangkan saat keluarganya menginap di sebuah hotel di Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Media sosial kembali dihebohkan oleh curhatan seorang pengguna media sosial Threads asal Malaysia dengan akun @nora.jooo.
Dalam unggahannya yang beredar luas, ia membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami oleh adik perempuan beserta adik iparnya saat menginap dan memanfaatkan fasilitas spa di salah satu hotel di Jakarta.
Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik usai menceritakan kronologi kejadian yang dinilai kurang pantas dan tidak profesional.
Berdasarkan penjelasan di akun tersebut, peristiwa bermula ketika pasangan suami istri yang sedang menjalani momen bulan madu di Jakarta itu memutuskan untuk menikmati fasilitas spa hotel tempat mereka menginap.
Masing-masing diarahkan ke ruang terapi terpisah. Namun, sang adik ipar diduga mendapatkan penawaran layanan pijat plus-plus (body to body massage / layanan seksual) dari oknum staf spa setempat.
Saat dilaporkan kepada pihak manajer hotel, manajemen sempat meminta maaf atas kejadian tersebut.
Korban merasa sangat tidak nyaman dan memutuskan untuk mempercepat kepulangan (check-out lebih awal). Namun, permintaan pengembalian dana (refund) ditolak oleh pihak hotel, yang mengklaim tindakan staf spa tersebut dianggap "hal biasa" dan hanya menawarkan kompensasi berupa layanan pijat tambahan selama 90 menit.
Pemilik akun menyatakan rasa kecewanya atas penanganan masalah yang dianggap tidak profesional dan kurang menghargai privasi serta kenyamanan tamu. Ia memutuskan untuk membagikan kisah ini ke media sosial agar menjadi perhatian bersama serta peringatan bagi para wisatawan lain yang ingin menginap.
Unggahan tersebut hingga kini menuai beragam tanggapan dari warganet, dengan banyak pihak menyarankan agar korban memberikan ulasan resmi di platform pemesanan hotel maupun ulasan Google guna meminta pertanggungjawaban dari manajemen terkait.
Editor : Firda Rachmawati

