Krzyzstof Piatek Mesin Gol Mematikan, Tapi....?

Gennaro Gattuso menyebut Krzysztof Patek sebagai mesin gol mematikan. Tapi, dia menolak kemenangan AC Milan atas Napoli karena striker baru asal Polandia itu. Baginya, Milan menang karena kekuatan tim

Krzyzstof Piatek Mesin Gol Mematikan, Tapi....?
INILAH, Milan - Gennaro Gattuso menyebut Krzysztof Patek sebagai mesin gol mematikan. Tapi, dia menolak kemenangan AC Milan atas Napoli karena striker baru asal Polandia itu. Baginya, Milan menang karena kekuatan tim.
 
Krzysztof Piatek melakukan debut sempurna bersama AC Milan. Baru dalam hitungan hari datang menggantikan posisi Gonzalo Higuain yang kabur ke Chelsea, dia langsung memborong dua gol yang memenangkan AC Milan atas Napoli pada laga pertama perempat final Coppa Italia di San Siro, Selasa (29/1).
 
Gennaro Gattuso tak melihat kemenangan atas Napoli sebagai sukses personal. "Saya menyampaikan selamat kepada para pemain. Kami tampil bagus menghadapi klub secemerlang Napoli. Kami bertahan sangat baik, kemudian memiliki kualitas Lucas Paqueta dan kecepatan Samu Castillejo yang menciptakan kondisi untuk meraih kemenangan," katanya kepada Rai Sport.
 
Dia menilai penampilan Krzyzstof Piatek di babak kedua memang mengesankan. "Dia mesin gol yang mematikan di paro ketiga. Kami senang memilikinya. Tapi, saya harus menyampaikan selamat kepada seluruh tim. Sebab, kami bisa mendahan derita dan bertahan sebagai sebuah unit. Setelah itu, Piatek yang menghadirkan perbedaan," sebutnya.
 
Gennaro Gattuso menilai Napoli adalah tim yang mampu menguasai bola dan memaksa lawan bertahan. Mereka pun punya bek sayap yang bisa membantu serangan lewat sektor sayap. Karena itu, Milan tampil dengan cerdas, menutup kanal-kanal umpan tersebut.
 
"Kami memainkan sepak bola yang hebat di awal musim, tapi juga lemah dalam bertahan. Sekarang kami lebih solid. Paqueta menghadirkan kualitas, Castillejo dengan kecepatannya. Keseluruhan tim mengalami kemajuan," ujar mantan gelandang AC Milan itu.
 
Kini, menurutnya, AC Milan harus melanjutkan penampilan yang solid. Setelah itu, baru menemukan cara untuk menembus gawang lawan. (*)
 
 


Editor : inilahkoran