Kunjungi Pasien Keracunan di RSUD Cililin, Ade Zakir Pastikan 8 dari 13 yang Dirawat Bisa Pulang Sore ini
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir memastikan 8 dari 13 pasien keracunan acara kenaikan dan perpisahan SDN Gandasari di Kampung Bojongmareme, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bisa pulang hari ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir memastikan 8 dari 13 pasien Keracunan acara kenaikan dan perpisahan SDN Gandasari di Kampung Bojongmareme, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bisa pulang hari ini.
Hal itu diungkap Ade Zakir usai dirinya mengunjungi sejumlah pasien yang dirawat di RSUD Cililin, Kamis 27 Juni 2024.
"Jadi hari ini ada 13 orang yang masih dirawat di RSUD Cililin dan sore ini 8 orang bisa pulang. Sementara 5 orang lainnya besok," kata Ade saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kondisi para pasien keracunan sudah berangsur pulih. Bahkan, dirinya pun sempat berbincang bersama pasien dan keluarganya.
"Melihat kondisinya tadi saya sempat ngobrol sudah bagus, jadi mudah-mudahan besok kita sudah selesai semua," tuturnya.
Ade menyebut, pasien yang dirawat di RSUD Cililin mayoritas anak-anak, namin ada juga orang dewasa bahkan orang tua.
"Jadi memang makanannya itu tidak dimakan oleh anaknya, dimakan oleh ibunya, adiknya," katanya.
"Memang beragam ada yang sudah dewasa juga tadi berumur 35 tahun dan ada juga yang 4 tahun," ucapnya.
Terkait dengan penanganan pengobatan, terang Ade, dari hasil evaluasi yang pihaknya lakukan selama dua hari ini, para pasien dibiayai dana kejadian luar biasa (KLB).
"Untuk pembayaran pengobatan korban keracunan di RSUD Cililin kita akan bantu dan dibayarkan besok dari dana KLB," terangnya.
Sementara itu, untuk pembiayaan pasien keracunan makanan acara syukuran khitanan di Padalarang bakal dilakukan evaluasi terlebih dahulu untuk melihat kondisi keuangan Pemda Bandung Barat.
"Untuk pembiayaan keracunan di Tipar, Padalarang juga nanti saya evaluasi juga, takutnya saya janji kondisi keuangannya gak ada. Nanti kita cek dulu," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Maisara Hanif menambahkan, terkait dengan uji sampel makanan sudah diambil tim kesehatan lingkungan (Kesling) Puskesmas yang kemudian akan dikirim ke Labkesda Provinsi Jawa Barat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Karena ada dua tempat, jadi proses pengujiannya kadang-kadang bisa nyampe dua minggu," kata Maisara.
Selain itu, untuk penyebab keracunan itu ada dua kategori, yakni dari biologi contohnya kuman penyebab muntaber atau bisa juga dari logam berat, termasuk sianida.
"Tapi itu berproses lama sekitar dua mingguan hasilnya. Jadi, seperti kata oak Pj Bupati Bandung Barat mending dari hulunya dulu, perbaiki higienenya dulu," ucapnya.***
Editor : JakaPermana
