Kuota Haji Jabar 2026 Berpotensi Bertambah, Lansia dan PHD Jadi Sumber Penambahan
Kuota haji reguler Jawa Barat pada 2026 berpotensi bertambah signifikan. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat menyebut, kuota tambahan bisa muncul jika jamaah prioritas lansia tidak melunasi biaya haji atau pemerintah daerah tidak menganggarkan keberangkatan Petugas Haji Daerah (PHD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – kuota haji reguler Jawa Barat pada 2026 berpotensi bertambah signifikan. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat menyebut, kuota tambahan bisa muncul jika jamaah prioritas lansia tidak melunasi biaya haji atau pemerintah daerah tidak menganggarkan keberangkatan Petugas Haji Daerah (PHD).
Plt Kepala Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian menjelaskan, kuota reguler provinsi pada 2026 mencapai 27.833 jamaah. Namun, angka ini dapat meningkat bila terjadi pengembalian kuota dari dua sumber sekaligus, yaitu jamaah prioritas lansia dan PHD kabupaten/kota.
Ia menyebut kuota prioritas lansia berjumlah 1.482 orang dan sebagian bisa dialihkan ke jamaah reguler, jika terjadi pembatalan atau ketidaksanggupan melunasi biaya haji.
"Kami masih menunggu nama, ketika ada surat resmi, kami akan lakukan verifikasi. Seandainya, ada yang tidak melunasi atau mundur karena sakit, kuotanya akan masuk ke jemaah reguler," kata Boy, Senin 17 November 2025.
Potensi penambahan juga datang dari kuota Petugas Haji Daerah (PHD). Tahun ini, kuota PHD hanya mencapai 123 orang karena Pemprov Jawa Barat disebut besar kemungkinan tidak mengakomodasi. Akibatnya, kuota diserahkan ke kabupaten/kota.
Namun, bila pemerintah kabupaten/kota juga tidak menyiapkan anggaran, maka kuota itu otomatis kembali menjadi kuota jemaah reguler.
"Tahun ini kami sebar PHD ke kabupaten dan kota, karena kemungkinan provinsi tidak akan mengakomodasinya. Kalau kabupaten dan kota tidak menganggarkan, kami kembali ke kuota reguler," ujar Boy.
Dia memastikan, bahwa seluruh kuota haji tahun ini terserap, karena setiap kuota yang tidak digunakan langsung dikembalikan untuk jemaah reguler.
"Tidak ada yang tak termanfaatkan, karena akan kembali ke kuota reguler. Kuota ini transparan, bisa terlihat semua, nomor berapa yang berangkat bisa mereka lihat," tuturnya.
Ia menegaskan, seluruh calon jamaah haji dapat memantau daftar keberangkatan terbaru melalui aplikasi Satu Haji, yang menyediakan data secara terbuka dan real-time. ***
Editor : JakaPermana

