Kurangi Angka Pengangguran, Pemkot Cimahi Bakal Ciptakan 10.000 SDM Siap Kerja dalam Lima Tahun
Dalam rangka mengurangi angka pengangguran, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bakal menargetkan untuk menciptakan 10.000 sumber daya manusia (SDM) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dalam rangka mengurangi angka pengangguran, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bakal menargetkan untuk menciptakan 10.000 sumber daya manusia (SDM) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Selain mengurangi angka pengangguran, upaya tersebut dilakukan juga untuk menyiapkan angkatan kerja di Kota Cimahi agar mampu bersaing dengan SDM dari daerah lain.
"Terciptanya 10.000 SDM siap kerja itu dalam rangka upskill warga Cimahi yang masuk dalam ketegori angkatan kerja," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira belum lama ini.
"10.000 SDM siap kerja itu hitungan dalam 5 tahun selama periode kerja kami," sebutnya.
Adhitia menjelaskan, menciptakan SDM siap kerja ini merupakan bagian dari upaya pemkot cimahi dalalm rangka mengentaskan pengangguran. Pasalnya jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi tahun 2024 mencapai 8,97 persen atau 27.979 jiwa.
"Tujuan utamanya adalah penurunan TPT. Sejak tahun 2024 terjadi penurunan TPT dari angka 10,52 menjadi 8,97," jelasnya.
Dalam menciptakan SDM lokal siap kerja itu, ungkap Adhitia, bakal dilakukan dengan metode bootcamp, yakni sebuah program pelatihan intensif jangka pendek yang dirancang untuk membekali individu dengan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
"Karena yang menjadi salah satu masalahnya saat ini adalah kebutuhan tenaga kerja dunia industri kekinian dengan kemampuan atau skill dari warga Kota Cimahi kategori angkatan kerja yang tidak sesuai," ungkapnya.
Sehingga, sambung Adhitia, diperlukan proses matching agar ketika nanti ada penyerapan tenaga kerja, maka angkatan kerja warga Cimahi sudah siap.
"Metodenya mulai anggaran 2026 kita akan menyasar upskill tersebut melalui bootcamp dan pitching day, yaitu metode pelatihan real yang diberikan kepada warga Cimahi yang termasuk angkatan kerja," bebernya.
Meski begitu, lanjut Adhitia, agar tepat sasaran dalam menciptakan SDM siap kerja itu, Pemkot Cimahi bakal melakukan pembenahan pendataan.
Menurutnya, hal itu penting agar sasaran angkatan kerja yang masuk pelatihan tepat sasaran.
"Pendataan ini menjadi krusial karena jangan sampai mengadakan pelatihan selama 5 tahun tetapi tidak ada datanya dan harus relevansi antara orang yang dilatih dengan kebutuhan industri," tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Adhitia, Pemkot Cimahi juga akan menggandeng pihak lainnya. Sehingga nantinya tidak hanya mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi saja untuk menciptakan SDM siap bekerja.
"Misalnya ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, lalu kita akan datangi dan Pemkot membayar kepada perusahaan tersebut agar warga Cimahi bisa mengikuti pelatihan bersertifikasi yang diadakan oleh perusahaan tersebut," katanya.
"Jika ada yang masuk ke dalam ketegori syarat penerimaan di perusahaan tersebut, maka bisa langsung bekerja disana," tandasnya.***
Editor : JakaPermana
