Pengangguran Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, 1,77 Juta Orang Masih Menganggur
Tingkat pengangguran di Jabar mulai menunjukkan perbaikan. BPS Jabar mencatat, TPT pada Agustus 2026 turun 0,10 persen poin menjadi 6,67 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar mulai menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, TPT pada Agustus 2026 turun 0,10 persen poin menjadi 6,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, jumlah pengangguran di Jabar masih mencapai 1,77 juta orang. Angka tersebut menunjukkan persoalan ketenagakerjaan di provinsi dengan jumlah penduduk usia kerja mencapai 39,74 juta orang ini masih menjadi pekerjaan besar.
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2026 mencapai 24,77 juta orang. Angka tersebut bertambah sekitar 260.000 orang dibandingkan Agustus 2025.
“Saat ini jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 24,77 juta orang, bertambah sekitar 0,26 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025,” ujar Ari dalam pemaparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Kamis (5/11/2026).
Dari total penduduk usia kerja, sebanyak 26,54 juta orang tergolong angkatan kerja, sedangkan 13,20 juta lainnya merupakan bukan angkatan kerja.
BPS juga mencatat penurunan TPT terjadi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun, kesenjangan penyerapan tenaga kerja antardaerah masih terlihat dari perbedaan tingkat pengangguran.
Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan TPT tertinggi, yakni 8,71 persen. Sebaliknya, Kabupaten Pangandaran mencatat TPT terendah sebesar 1,76 persen.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Jabar pada Agustus 2026 mencapai 66,78 persen. Peningkatan partisipasi juga terlihat pada kelompok perempuan.
TPAK perempuan naik dari 49,17 persen pada Agustus 2025 menjadi 50,16 persen pada Agustus 2026. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dan pasar kerja.
Dari sisi lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Jabar dengan kontribusi 23,04 persen dari total penduduk bekerja.
Sektor industri pengolahan dan pertanian menyusul sebagai lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar berikutnya.
Perbaikan juga terlihat dari status pekerjaan dan durasi kerja. Jumlah pekerja formal meningkat menjadi 11,15 juta orang. Adapun proporsi pekerja penuh, yakni mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu, mencapai 74,39 persen.
“Menurut sektor lapangan kerja, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran menjadi sektor utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni sebesar 23,04 persen dari total penduduk bekerja, disusul oleh industri pengolahan dan pertanian,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

