Tekan Pengangguran, Disnaker Cimahi Latih 30 Pemuda Jadi Konten Kreator Profesional
Disnaker Cimahi bersama BPJS Ketenagakerjaan melatih 30 pemuda menjadi konten kreator dan editor video profesional untuk menekan angka pengangguran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Cimahi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cimahi mencapai 8,97 persen dan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
Untuk menekan angka tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program pelatihan keterampilan berbasis teknologi digital bagi generasi muda.
Program tersebut diarahkan untuk mencetak konten kreator dan editor video profesional yang memiliki kompetensi serta nilai jual di tengah berkembangnya industri kreatif dan ekonomi digital.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, proses seleksi peserta dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas hasil pelatihan. Dari sekitar 100 pemuda yang mendaftar, hanya 30 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti rangkaian pelatihan intensif.
Menurutnya, proses penyaringan dilakukan dengan mempertimbangkan minat, bakat, serta komitmen peserta untuk menekuni bidang industri kreatif.
“Proses seleksi pelatihan video editing ini berlangsung sangat ketat dan kompetitif,” kata Ngatiyana, Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 30 peserta terpilih tersebut akan mengikuti pembelajaran intensif selama 10 hari di bawah bimbingan Lembaga pelatihan kerja (LPK) terakreditasi di Kota Cimahi.
Materi pelatihan disusun secara praktis dan bertahap, mulai dari dasar pembuatan konten, teknik penyuntingan video, hingga penguasaan teknologi digital yang dibutuhkan oleh industri saat ini.
“Materi yang disajikan sangat praktis dan berjenjang, mulai dari dasar pembuatan konten, teknik penyuntingan video, hingga penguasaan teknologi digital terkini yang paling dibutuhkan industri,” jelasnya.
Ngatiyana menegaskan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan teknis kepada peserta. Pemkot Cimahi juga menyiapkan jalur pengembangan kompetensi hingga peserta dapat masuk ke dunia usaha.
Peserta yang menunjukkan kemampuan dan minat lebih besar akan diarahkan untuk memperdalam kompetensinya di Technopark Cimahi.
“Di sana mereka dapat mengembangkan kompetensi lebih luas, mencakup animasi dan teknologi pendukung lainnya,” ujarnya.
Setelah mendapatkan penguatan kompetensi di Technopark, para pemuda tersebut akan difasilitasi untuk masuk ke Baros Information Technology Creative Center (BITC) guna mengembangkan usaha secara mandiri.
Mereka juga akan diarahkan masuk ke dalam ekosistem PT Ayenak yang beroperasi di kawasan tersebut. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat terhubung langsung dengan jaringan bisnis digital sekaligus memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan.
“Muara akhir dari semua program ini adalah pengurangan angka pengangguran di Kota Cimahi,” imbuhnya.
Ngatiyana berharap keterampilan video editing yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.
Para peserta tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan formal, tetapi juga memiliki peluang bekerja sebagai pekerja lepas atau freelancer hingga membangun usaha berbasis digital.
“Untuk menjamin mutu pelatihan, saya ingatkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara normatif, disiplin, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pelatihan harus mampu membentuk peserta yang memiliki keterampilan profesional sekaligus karakter dan etika kerja yang baik.
Terlebih, seluruh biaya pelatihan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.
“Jika ketersediaan anggaran memadai, Pemkot berkomitmen memperluas jangkauan dengan melibatkan lebih banyak LPK di masa mendatang. Harapannya, semakin banyak lembaga terlibat, semakin besar pula kesempatan pemuda terangkat dari pengangguran,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

