Umuh Muchtar Soroti Jadwal Padat Persib di Empat Kompetisi, Khawatir Pemain Cedera
Umuh Muchtar menyoroti jadwal padat Persib yang harus menjalani empat kompetisi musim 2026/2027 dan khawatir pemain mengalami cedera.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyoroti padatnya jadwal yang harus dijalani timnya pada musim 2026/2027.
Persib dipastikan menghadapi tantangan berat karena harus tampil di empat kompetisi sekaligus, yakni Super League, AFC Champions League (ACL) Two, ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup, dan League Cup.
Umuh mengaku khawatir padatnya jadwal tersebut berdampak terhadap kondisi fisik para pemain, terutama risiko cedera.
“Yang saya khawatirkan itu cederanya itu. Tapi mudah-mudahan tidak ada,” harap Umuh, Rabu (16/9/2026).
Saat ini, Persib tengah menjalani pertandingan menghadapi FC Seoul pada laga perdana fase grup ACL Two 2026/2027 di Korea Selatan.
Setelah pertandingan tersebut, Persib tidak langsung kembali ke Bandung. Skuad Maung Bandung dijadwalkan bertolak ke Jepara untuk menghadapi Persijap pada lanjutan kompetisi.
“Pulang dari Korea, kita langsung ke Jepara (melawan Persijap). Jadi tidak pulang dulu ke Bandung. Nah ini sangat capek, sangat lelah,” kata pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut.
Umuh menilai Persib seharusnya mendapatkan tambahan waktu istirahat satu hingga dua hari untuk menjaga kondisi pemain setelah menjalani perjalanan dan pertandingan di luar negeri.
Sebab, Persib menghadapi FC Seoul di Korea Selatan pada Rabu (16/9/2026), kemudian harus bertandang ke markas Persijap di Jepara pada Minggu (20/9/2026).
“PSSI harusnya bisa mengatur. Kalau ada pertandingan-pertandingan cuma dua hari, kan tidak bagus juga. Apalagi kita kan membawa nama Indonesia dan Korea itu tidak dekat,” tuturnya.
Menurut Umuh, perjalanan dari Korea Selatan ke Indonesia kemudian dilanjutkan menuju Jepara membutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena itu, ia berharap para pemain mampu menjaga kebugaran agar tetap siap menghadapi setiap pertandingan.
Umuh berharap pengaturan jadwal pertandingan dapat mempertimbangkan waktu pemulihan pemain, terutama ketika tim harus menjalani laga internasional dan perjalanan jauh.
“Seharusnya ada jarak waktu dua hari minimal, karena keluar dari Korea itu pasti sangat lelah,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

