Antisipasi Pemadaman Listrik, MPP Cimahi Siapkan Genset
DPMPTSP Kota Cimahi menyiapka genset sebagai langkah antisipasi pemadaman, dan meminta PLN melakukan pemadaman listrik di luar jam layanan kerja
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengambil langkah dan antisipatif guna memastikan kelancaran pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) tetap berjalan tanpa hambatan berarti, meskipun belakangan ini wilayah sekitar mulai mengalami pemadaman listrik bergilir yang cukup mengganggu.
Mengingat peran vital pasokan energi listrik sebagai tulang punggung operasional berbagai layanan administrasi dan sistem digital yang ada di sentra terpadu tersebut, pihak pengelola tidak ingin mengambil risiko sedikit pun yang dapat merugikan masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota CImahi, Dadan Darmawan mengakui hingga saat ini kondisi di lingkungan MPP masih berjalan aman dan kondusif tanpa gangguan pemadaman, namun ia menyadari bahwa ancaman gangguan suplai listrik tersebut nyata adanya, sebagaimana yang sudah dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah pemukiman seperti di daerah Citeureup yang sempat mengalami mati lampu dalam durasi yang cukup lama sehari sebelumnya.
Menurutnya, hal ini menjadi peringatan dini bagi pengelola MPP untuk segera menyiapkan skenario penanggulangan guna menjaga kepercayaan publik.
"Sejauh ini alhamdulillah belum ada pemadaman sehingga pelayanan di MPP itu tidak terganggu. Tapi kalau di rumah saya di daerah Citeureup, Cimahi sudah kemarin lumayan lama," ujar Dadan, Senin (22/6/2026).
Sebagai langkah preventif yang terukur, pihaknya berencana segera menjalin koordinasi intensif dengan pihak PLN Kota CImahi guna mendapatkan kepastian terkait jadwal pemadaman yang tengah diberlakukan belakangan ini.
Dadan juga secara khusus memohon agar jika giliran pemadaman menyentuh area lokasi MPP, penjadwalannya dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak bertepatan dengan jam operasional pelayanan yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Jika pun terpaksa harus dilakukan saat jam kerja, durasinya diharapkan sangat singkat agar tidak membuat antrean menumpuk dan proses administrasi terhenti total.
"Saya mau komunikasi dengan PLN kalau misal ada pemadaman giliran area sini mungkin waktunya bisa diatur, tidak menganggu jam pelayanan sampai jam 2 siang atau mungkin kalau saat jam pelayanan tapi padamnya tidak terlalu lama," ungkapnya.
Selain mengandalkan kerja sama dengan penyedia listrik, lanjut Dadan, pihaknya juga telah menyiapkan peralatan pendukung berupa generator set (genset) sebagai cadangan darurat, meskipun diakui bahwa kapasitas yang tersedia saat ini masih memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan kebutuhan riil seluruh gedung.
Ia menyebut, beban kebutuhan listrik total di kompleks MPP untuk menunjang seluruh sistem pelayanan, perangkat komputer, pendingin ruangan, dan fasilitas penunjang lainnya mencapai angka 250 Kilovolt-Ampere (kVA), sementara kemampuan genset yang ada belum mampu menyuplai daya secara penuh dan hanya sanggup bertahan selama kurang lebih delapan jam operasional.
"Kami ada genset tapi terbatas, juga tidak bisa full. Hanya sekitar 8 jam. Kalau kebutuhan di MPP itu sekitar 250 kVA," jelasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

