Akibat Pemadaman Listrik, Sejumlah Pelaku Usaha Industri di Karawang Mengeluh

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kabupaten Karawang, David, mengatakan sejumlah pelaku usaha sektor industri mengeluhkan dampak pemadaman listrik

Akibat Pemadaman Listrik, Sejumlah Pelaku Usaha Industri di Karawang Mengeluh
Ketua Umum HIPMI Karawang, David, saat mendengarkan keluhan para pengusaha terkait pemadaman listrik

INILAKORAH.ID- Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kabupaten Karawang, David, mengatakan sejumlah pelaku usaha sektor industri mengeluhkan dampak pemadaman listrik yang terjadi diberbagai wilayah di Karawang.

Alasannya sebagai kota industri pemadaman listrik sudah mengganggu operasional bisnis mereka. Potensi kerugian bisnis mereka akan terjadi karena terhentinya aktivitas usaha mereka selama pemadaman listrik.

"pemadaman listrik sudah mengganggu usaha mereka dan itu sudah disampaikan langsung kepada kami. Kerugian dari kegiatan mereka sudah didepan mata namun belum bisa dihitung karena proses pemadaman masih berlangsung. Yang pastinya kegiatan mereka mulai dari proses produksi, layanan kepada pelanggan sudah mulai terganggu," kata David, Senin (22/6/26).

Menurut David, sektor industri sangat bergantung kepada pasokan listrik yang stabil. Pasokan listrik merupakan kebutuhan dasar sektor industri. Jika terjadi pemadaman listrik maka dunia industri paling berdampak. "Memang ada diesel yang bisa digunakan sementara, namun kalau terjadi pemadaman terus menerus diesel juga tidak bisa digunakan terus," katanya.

David mengatakan PLN seharusnya mengetahui jika Kabupaten Karawang merupakan kota industri. Artinya jika terjadi pemadaman harus di informasikan lebih awal dan dijadwalkan dengan mempertimbangkan jam-jam produktif ahar tidak kegiatan ekonomi. PLN seharusnya mempertimbangkan pelaku usaha yang membutuhkan keandalan pasokan listrik untuk menjaga produktivitas dan kelangsungan bisnis.

"Pengusaha tentu paham jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun yang harus menjadi perhatian adalah dampak terhadap kegiatan usaha. Harusnya ada komunikasi PLN dengan pengusaha terutama di sektor industri ahar tidak terlalu dirugikan," katanya.

Oleh karena itu HIPMI Karawang mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan penanganan gangguan listrik agar tidak terjadi lagi hal serupa yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. ***


Editor : JakaPermana