Atlet NPCI Jaenal Aripin Kembali Sabet Emas di Tunisia

Atlet NPCI Jaenal Aripin kembali menyabet emas dalam kejuaraan Grand Prix Para Athletics 2026 di Tunisia

Atlet NPCI Jaenal Aripin Kembali Sabet Emas di Tunisia
Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin kembali berhasil meraih medali emas nomor Estafet Universal Relay 4x100 meter, serta perak dan perunggu di nomor individu Grand Prix Para Athletics 2026 Tunisia. (Foto: Istimewa)

INILAHKORAN.ID – Atlet andalan NPCI Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin kembali berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang digelar di Tunisia, sekaligus menjadi kado istimewa bagi daerahnya yang tengah merayakan ulang tahun ke-19.

Torehan prestasi ini diperoleh Jaenal bersama rekan-rekannya di Tim Nasional Indonesia saat tampil pada nomor Estafet Universal Relay 4x100 meter. 

Tak hanya mengangkat emas, atlet kelas T54 ini juga membuktikan konsistensi luar biasa dengan menyabet medali perak dari nomor lari 100 meter putra dan medali perunggu dari nomor 400 meter putra. 

Tiga medali sekaligus menjadi bukti nyata kualitas atlet paralimpik Indonesia yang mampu bersaing ketat di level dunia, sekaligus menjadi kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Bandung Barat.

Sebelum berlaga dan meraih prestasi membanggakan tersebut, Tim Nasional Atletik Paralimpik Indonesia telah disambut dengan hangat oleh Perwakilan Republik Indonesia di Tunisia. 

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, beserta jajaran diplomat dan staf KBRI Tunis secara langsung menyambut kedatangan rombongan atlet di Bandara Internasional Carthage pada Sabtu (13/6/2026). 

Penyambutan tersebut menjadi wujud dukungan nyata dari pemerintah Indonesia yang terus berkomitmen memajukan olahraga disabilitas dan memfasilitasi para atlet agar dapat berjuang sekuat tenaga mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon terkait capaian yang diraihnya, Jaenal mengaku keberhasilan ini menjadi modal berharga untuk persiapan ajang yang lebih bergengsi ke depannya. 

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan merasa senang bisa mendapatkan hasil terbaik di nomor Estafet Universal Relay 4x100 meter bersama tim. Semoga hasil ini menjadi bekal untuk menghadapi Asian Para Games 2026 di Jepang," kata Jaenal, Senin (22/6/2026).

Jaenal mengakui pertandingan di Tunisia memiliki tantangan tersendiri, terutama dari segi kondisi alam yang cukup menguji adaptabilitas para atlet. 

"Kondisi cuaca tidak terlalu berpengaruh karena kami dan tim mampu beradaptasi. Namun, tantangan terbesar adalah angin yang cukup besar. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk tetap memberikan performa terbaik," ujarnya.

Bagi Jaenal, koleksi medali emas, perak, dan perunggu ini menandai babak penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet paralimpik profesional. 

"Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi negara, daerah, dan keluarga yang selalu mendukung saya selama proses latihan hingga pertandingan," ungkapnya.

Lebih jauh, Jaenal berharap kesuksesannya ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekan penyandang disabilitas, khususnya yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat. 

"Proses untuk meraih prestasi tidak mudah. Namun, jika dijalani dengan konsisten, disiplin, tekun dan selalu berdoa. In syaa Allah akan ada jalan untuk meraih kesuksesan," ucapnya.

Jaenal menuturkan, kunci dari keberhasilan tim estafet Indonesia terletak pada kekompakan yang terjalin erat di antara para atlet. 

"Kami sudah memiliki komposisi tim yang ideal. Dalam latihan, kami sudah saling memahami karakter masing-masing sehingga chemistry yang terbangun sangat baik," tuturnya.

Jaenal juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukungnya tanpa henti. 

"Orang tua, istri, anak-anak, pelatih, pemerintah, dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) memiliki peran besar dalam perjalanan karier saya," ungkapnya.

"Dukungan pemerintah sangat penting karena berkaitan dengan fasilitas latihan, sarana prasarana, dan kebutuhan atlet lainnya," ucapnya.

Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat, Jaenal berharap agar perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet disabilitas semakin ditingkatkan. 

"Saya berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk atlet disabilitas bisa lebih maksimal, terutama menjelang Peparda Jawa Barat," imbuhnya.

"Dukungan pemerintah akan menjadi semangat bagi kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Jaenal berpesan kepada seluruh penyandang disabilitas agar tidak pernah ragu mengejar mimpi setinggi langit. "Jangan pernah takut untuk bergerak dan menyalurkan bakat karena setiap orang memiliki potensi untuk berprestasi," katanya 

"Tetap optimistis, disiplin, dan jangan pernah menyerah. Selama masih bisa bergerak, teruslah melangkah untuk meraih cita-cita," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti