HUT ke-19 KBB, NPCI Minta Pemerintah Penuhi Janji Perhatikan Olahraga Disabilitas

NPCi KBB berharap menjelang HUT ke-19 KBB, Pemkab lebih memperhatikan para atlet dan olahraga disabilitas

HUT ke-19  KBB, NPCI Minta Pemerintah Penuhi Janji Perhatikan Olahraga Disabilitas
Para atlet disabilitas tengah berlatih bowling. NPCI berharap di usia ke19, Pemkab Bandung Barat lebih memerhatikan olahraga disabilitas.

INILAHKORAN.ID - Dalam rangka memperingati hari jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB), Wakil Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) KBB, Acep Kurnia, menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah memberikan perhatian dan prioritas yang lebih serius terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, dukungan yang memadai baik dari segi alokasi anggaran maupun ketersediaan fasilitas sangat dibutuhkan agar para atlet disabilitas dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.

Acep juga menyinggung janji-janji kampanye yang pernah disampaikan oleh Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail bersama wakilnya, Asep Ismail, yang menekankan komitmen untuk meningkatkan kualitas olahraga di wilayah ini.

Meskipun ia memaklumi kondisi keuangan daerah yang sedang menerapkan efisiensi, Acep menegaskan, keberadaan atlet disabilitas memiliki urgensi yang berbeda dibandingkan atlet biasa.

"Berbeda dengan atlet non-disabilitas yang umumnya masih memiliki kesempatan bekerja di luar olahraga, sebagian besar atlet disabilitas sangat bergantung pada jalur olahraga sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kesejahteraan," ungkap Acep, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, tanpa dukungan organisasi, banyak dari mereka hanya mengandalkan penghasilan dari mengamen atau berdagang kerupuk, sebuah kenyataan yang terasa sangat memprihatinkan.

Sebagai bahan pertimbangan, Acep mencontohkan keberhasilan Kabupaten Bogor yang dinilainya sangat serius mendukung NPCI hingga berhasil mendirikan Sekolah Olahraga disabilitas (SOD) untuk mencetak bibit unggul secara berkelanjutan.

"Sebaliknya, di Bandung Barat masih banyak kendala mendasar, mulai dari fasilitas umum hingga akses gedung yang belum ramah disabilitas," ujarnya.

Tak cuma itu, ia juga menceritakan pengalaman tak mengenakan saat Ketua NPCI KBB yang menggunakan kursi roda tidak bisa masuk ke ruang rapat undangan lantaran terhalang tangga.

"Dan kenyataannya masih banyak hotel serta tempat umum di KBB yang belum memenuhi standar aksesibilitas, sangat kontras dengan kondisi di Kota Bandung yang sudah jauh lebih maju dalam hal ini," tuturnya.

Acep berharap momen peringatan hari jadi ini menjadi titik balik, di mana pemerintah mau belajar dari pengalaman tahun lalu dan benar-benar mewujudkan lingkungan yang inklusif serta mendorong prestasi atlet disabilitas secara nyata.


Editor : Ahmad Sayuti