Bupati Aep Syaepuloh Minta Warga Karawang Waspada dengan TPPO

Bupati Karawang Aep Syaepuloh minta kepada warganya agar hati-hati dengan para oknum calo tenaga kerja ke luar negeri. 

Bupati Aep Syaepuloh Minta Warga Karawang Waspada dengan TPPO
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, kasus TPPO telah menjadi bisnis oknum tenaga kerja yang masih berjalan di Karawang dalam beberapa kejadian TPPO menjadi dasar seringnya tenaga kerja Karawang di luar negeri merupakan korban TPPO. (nila kusuma)

INILAHKORAN.ID - Bupati Karawang Aep Syaepuloh minta kepada warganya agar hati-hati dengan para oknum calo tenaga kerja ke luar negeri. 

Pasalnya, tidak sedikit dari mereka justru membuat calon tenaga kerja menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di luar negeri. Untuk menghindari TPPO, warga harus memastikan berangkat ke luar negeri sesuai dengan aturan.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, kasus TPPO telah menjadi bisnis oknum tenaga kerja yang masih berjalan di Karawang dalam beberapa kejadian TPPO menjadi dasar seringnya tenaga kerja Karawang di luar negeri merupakan korban TPPO

"Kalau sudah seperti akhirnya pemerintah daerah turun tangan membereskan dan menyelamatkan tenaga kerja di luar negeri. Mereka kita pulangkan meski dokumen yang dimiliki bermasalah di negara lain," kata Aep, Kamis (20/8/2026). 

Menurut Aep tenaga kerja asal Karawang di luar negeri cukup banyak. Namun kebanyak dari mereka banyak bekerja di sektor informal seperti ART, sopir dan pengurus ternak. Dari status mereka yang informal ini jadi celah bagi oknum calo tenaga kerja mencari uang. 

"Keberangkatan mereka keluar ini ada yang melalui prosedur namun banyak juga di luar prosedur. Kalau sudah seperti ini kita pemerintah yang harus membereskan hingga mereka pulang ke kampung halamannya," ujarnya.

Menurut Aep, Pemkab Karawang saat ini gencar melakukan sosialisasi dan pencegahan TPPO. Bahkan pemerintah membeberkan ciri-ciri oknum calo tenaga kerja saat.membujuk tenaga kerja untuk berangkat ke luar negeri. 

"Kita ingin masyarakat di desa tahu jika berhadapan dengan calo tenaga kerja. Ini agar bisa terhindar dari kasus TPPO," katanya.

Saking serius memberantas TPPO Bupati Aep malah melibatkan banyak pihak melakukan sosialisasi pencegahan. Dia melibatkan semua stake holder di pedesaan untuk ikut membantu melakukan sosialisasi. Mulai dari aparat desa, polsek, Koramil l, tokoh agama, PKK dilibatkan agar selalu melakukan sosialisasi bahaya TPPO

"Kita tidak bisa sendirian melakukan sosialisasi semua stake holder harus bergerak setiap kesempatan," katanya.

Aep mengatakan setiap warga di pedesaan harus mengenali bujuk rayu calo tenaga kerja ke luar negeri seperti menjanjikan kemudahan berangkat ke luar negeri tanpa pelatihan, uang yang diterima cukup besar, tujuannya ke negara timur tengah dan paspor diterbitkan bukan dari Karawang. Kalau sudah seperti itu besar kemungkinan mereka sedang melaksanakan TPPI. 

"Itu modus mereka dan kalau seperti itu agar warga menghindar jangan mau terbujuk karena itu pasti TPPO," tambahnya.

Menurut Aep berdasarkan laporan pada tahun 2026 ini ada 9 kasus TPPO yang sedang dibereskan oleh Pemkab Karawang. Bukan hanya diluar negeri, kasus TPPO juga terjadi mereka yang bekerja didalam negeri atau diluar Kabupaten Karawang
"TPPO terjadi di dalam dan juga luar negeri. Sekarang sedang diselesaikan oleh Pemkab Karawang," katanya. 


Editor : Doni Ramdhani