Darah Tinggi Bisa Menyerang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Darah tinggi bisa menyerang usia muda. Kenali penyebab hipertensi, gejala, faktor risiko, serta cara mencegah dan mengendalikan tekanan darah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi tidak hanya menjadi masalah kesehatan yang dialami orang lanjut usia. Kondisi ini juga dapat menyerang orang dewasa muda hingga usia paruh baya.
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terus berada pada tingkat yang terlalu tinggi. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Dokter umum dari Mayo Clinic Healthcare London, Dr. Bianca Bandarra, mengatakan Hipertensi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke hingga kerusakan ginjal dan mata.
Hipertensi Sering Tak Menunjukkan Gejala
Hipertensi kerap disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena umumnya berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami tekanan Darah Tinggi tanpa menyadarinya hingga kondisi tersebut menimbulkan komplikasi.
Meski sebagian besar kasus tidak menunjukkan tanda khusus, tekanan darah yang sangat tinggi atau telah memasuki kondisi krisis dapat memicu sejumlah gejala.
Beberapa di antaranya seperti sakit kepala hebat, rasa tertekan di belakang mata, penglihatan kabur, nyeri dada hingga sesak napas.
Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi penting, terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga Hipertensi, diabetes atau penyakit ginjal.
penyebab Darah Tinggi di Usia Muda
Risiko Hipertensi pada usia muda dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk gaya hidup dan faktor genetik.
Beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko tekanan Darah Tinggi antara lain:
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Konsumsi makanan tinggi garam.
- Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalium.
- Kebiasaan merokok.
- Konsumsi alkohol.
- Stres berkepanjangan.
- Kurang melakukan aktivitas fisik.
Selain faktor gaya hidup, faktor keturunan juga dapat berperan terhadap risiko seseorang mengalami Hipertensi.
Karena itu, seseorang yang sudah menjalani pola hidup sehat tetap dapat mengalami tekanan Darah Tinggi apabila memiliki faktor genetik. Meski demikian, menerapkan gaya hidup sehat tetap penting untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan mencegah kondisi semakin buruk.
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Usia Muda
Risiko tekanan Darah Tinggi dapat ditekan dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menjaga berat badan tetap ideal, rutin melakukan aktivitas fisik, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, membatasi asupan garam, menjaga kualitas tidur serta mengelola stres.
Selain menerapkan pola hidup sehat, masyarakat juga dianjurkan memantau tekanan darah secara rutin.
Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri di rumah menggunakan alat pengukur tekanan darah yang tervalidasi.
Pemantauan secara berkala dapat membantu mendeteksi perubahan tekanan darah lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi.
Penanganan Hipertensi
Penanganan Hipertensi umumnya dilakukan melalui kombinasi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan sesuai anjuran dokter.
Dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien, termasuk tes darah, tes urine maupun pemeriksaan jantung.
Jika tekanan darah terdeteksi tinggi, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikannya meskipun belum merasakan gejala.
Mengetahui tekanan darah sejak dini dan mengendalikannya merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung serta menurunkan risiko komplikasi akibat Hipertensi.
Sumber: newsnetwork
Editor : Ahmad Sayuti

