Sumpah Pemuda, DPRD Kota Bogor Soroti 4 Masalah Anak Muda: Kerja hingga Kesehatan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur menyoroti empat isu pemuda: lapangan kerja, keamanan sekolah, perlindungan remaja perempuan, dan kesehatan.

Sumpah Pemuda, DPRD Kota Bogor Soroti 4 Masalah Anak Muda: Kerja hingga Kesehatan
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur menyoroti empat isu pemuda: lapangan kerja, keamanan sekolah, perlindungan remaja perempuan, dan kesehatan.

INILAHKORAN.ID– Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas Generasi Muda tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Sejumlah persoalan mendasar, mulai dari lapangan kerja hingga akses layanan Kesehatan, perlu dijawab melalui kebijakan nyata.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menilai ada empat persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas generasi muda, yakni kesempatan kerja, keamanan lingkungan sekolah, perlindungan remaja perempuan, serta akses layanan kesehatan.

"Peringatan Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 1928 perlu diwujudkan melalui langkah nyata untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini," ungkap Fajar, Kamis (29/10/2026).

Menurut Fajar, para pemuda yang mencetuskan Sumpah Pemuda telah menunjukkan keberanian untuk bersatu ketika Indonesia belum berdiri sebagai negara merdeka. Semangat tersebut perlu diwarisi melalui upaya nyata untuk menjawab kebutuhan generasi muda saat ini.

"Keberanian seperti itu yang hari ini perlu kita warisi, bukan sekadar seremoninya. Peringatan Hari Sumpah Pemuda akan lebih bermakna apabila pemerintah mampu menjawab kebutuhan mendasar anak muda, mulai dari kesempatan memperoleh pekerjaan, keamanan saat menempuh pendidikan, hingga jaminan pelayanan kesehatan," terangnya.

DPRD Bogor Dorong Pendataan Pengangguran hingga RT dan RW

Dalam persoalan ketenagakerjaan, Fajar mendorong Dinas Tenaga Kerja melakukan pendataan warga yang belum bekerja hingga tingkat RT dan RW.

Menurutnya, pendataan tersebut penting agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah pengangguran, persebarannya, serta faktor yang menyebabkan warga belum memperoleh pekerjaan.

Dengan data yang lebih terperinci, kebijakan ketenagakerjaan diharapkan dapat disusun lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Jadi Perhatian

Selain lapangan kerja, Fajar menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para pelajar.

Ia mengatakan Komisi IV DPRD Kota Bogor turut mengawal penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta pembentukan kelompok kerja yang mendukung pelaksanaannya di Kota Bogor.

Menurut Fajar, perundungan di lingkungan pendidikan tidak bisa dianggap sebagai kenakalan biasa karena berpotensi mengganggu perkembangan anak dan memengaruhi masa depan mereka.

Karena itu, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman perlu didukung melalui penerapan kebijakan dan pengawasan yang berkelanjutan.

Perlindungan Remaja Perempuan dan Akses Kesehatan

Fajar juga menyoroti persoalan pernikahan dini yang dinilai dapat menghambat keberlanjutan pendidikan sekaligus berdampak terhadap pemenuhan hak kesehatan anak perempuan.

Di sektor kesehatan, ia menekankan pentingnya memastikan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat tetap aktif ketika dibutuhkan. Ia juga mengingatkan agar pelayanan kegawatdaruratan tidak terhambat oleh persoalan administrasi.

"Kami menilai pernikahan dini dapat menghambat keberlanjutan pendidikan sekaligus berdampak terhadap pemenuhan hak kesehatan anak perempuan. Pada sektor kesehatan, pentingnya memastikan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat tetap aktif ketika dibutuhkan. Kami mengingatkan agar pelayanan kegawatdaruratan tidak terhambat oleh persoalan administrasi," tegasnya.

Empat Isu Pemuda Dikawal dalam Anggaran 2027

Fajar menyebut, keempat persoalan tersebut akan terus dikawal oleh Komisi IV DPRD Kota Bogor, termasuk dalam pembahasan anggaran tahun 2027.

Menurutnya, komitmen pemerintah dalam mendukung generasi muda harus tercermin melalui kebijakan dan alokasi anggaran yang tepat sasaran.

Ia juga mengajak anak-anak muda di Kota Bogor untuk mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan dan tidak menunggu keadaan menjadi sempurna untuk mulai bergerak.

"Kepada anak-anak muda Kota Bogor, jangan menunggu keadaan sempurna untuk mulai bergerak. Para pemuda 1928 juga tidak menunggu," papar politisi NasDem tersebut.

Fajar mengingatkan, tugas pemerintah dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda bukan hanya memberikan apresiasi terhadap semangat generasi muda, tetapi juga mengatasi berbagai hambatan yang menghalangi mereka untuk berkembang.

"Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperluas kesempatan, memberikan perlindungan, dan meningkatkan kesejahteraan generasi muda di Kota Bogor," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana