Kurangi Efek Rumah Kaca, Geo Dipa Mulai Bor Sumur Pertama Patuha Unit 2

PT Geo Dipa Energi mulai menggarap proyek pengembangan Patuha Unit 2 berkapasitas 55 MW. Untuk itu, pengeboran sumur pertama dilakukan.

Kurangi Efek Rumah Kaca, Geo Dipa Mulai Bor Sumur Pertama Patuha Unit 2
PT Geo Dipa Energi mulai menggarap proyek pengembangan Patuha Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW). Untuk itu, Geo Dipa Energi melakukan pengeboran sumur pertama di proyek tersebut.

INILAHKORAN, Bandung - PT Geo Dipa Energi mulai menggarap proyek pengembangan Patuha Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW). Untuk itu, Geo Dipa Energi melakukan pengeboran sumur pertama di proyek tersebut.

Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan, pengeboran sumur pertama yang akan dilakukan malam hari itu relatif menentukan kapasitas produksi dan biaya untuk sumur selanjutnya. Hasil pengeboran pertama itu pun akan menjadi acuan dari arah pengeboran sumur selanjutnya.

“Pengeboran ini mendukung keberhasilan putra-putri Indonesia untuk sektor energi terbarukan, khususnya geothermal, dalam upaya pengurangan efek rumah kaca dari pembangkit listrik sebesar 55 MW Patuha Unit 2, serta mendukung terciptanya pembangunan ekonomi di sekitar wilayah kerja Geo Dipa Energi. Direncanakan Patuha Unit 2 akan Commercial On Date pada 2024,” kata Riki, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Geo Dipa Raih Penghargaan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19

Menurutnya, pengeboran yang dilakukan Geo Dipa Energi merupakan bagian dari program strategis nasional yang tertunda sejak 2007. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tidak memakan lahan besar dikarenakan pengeboran dilakukan di lokasi sumur eksisting Patuha Unit 1.

“Rencana pengeboran akan dilakukan sebanyak 12 sumur. Apabila menghasilkan sumur produksi yang lebih besar jumlah maka sebagian sumur akan diperuntukan untuk proyek unit 3,” ujarnya.

Sedangkan, General Manager Project Management Unit Geo Dipa Energi Supriadinata Marza mengatakan selain untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas sebesar 55 MW tujuan lain yang akan dicapai dari program pengembangan tersebut yakni sebagai penguatan kompetensi SDM.

Baca Juga: Geo Dipa Maju Bikin ‘Caang’ Huntap Sabilulungan di Tiga Kecamatan

“Penguatan terhadap kompetensi tidak hanya untuk Geo Dipa Energi, tapi juga untuk kontraktor yang bekerjasama dan juga masyarakat sekitar. Kita punya potensi besar, jadi harus dikelola sendiri agar bermanfaat untuk kemandirian energi nasional,” ucapnya.

Selain itu, dengan adanya proyek pengembangan tersebut, Geo Dipa Energi juga akan memperkuat program community development. Sebagai bukti, Geo Dipa Energi melakukan perekrutan tenaga kerja lokal sebanyak hampir 200 orang untuk pekerjaan proyek tersebut. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga tahun 2023 yang ditargetkan akan mencapai 30-40% tenaga kerja lokal dari total kebutuhan 800 pekerja dalam proyek.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Kabupaten Bandung Supardian menyebutkan potensi alam berupa energi baru terbarukan geothermal itu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jabar. Dia pun memastikan sumber energi geothermal yang dimanfaatkan Geo Dipa Energi sebagai energi listrik itu relatif aman dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Izin Pengeboran Geothermal PT Geo Dipa Energi Dipertanyakan, FK31: Tak Transparan!

“Pemanfaatan energi geothermal di Jabar memberikan masukan positif kepada Pemda yang signifikan. Namun, pembangunan Patuha Unit 2 tentunya tetap harus memperhatikan kelestarian alam agar tambah lebih lestari. Semoga dengan dibangunnya PLTP Patuha Unit 2 ini dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Selain itu, dilakukan penandatanganan Leadership HSSE Commitment antara Project Management Unit, Project Management Consultant, dan seluruh kontraktor pengeboran sebagai bukti Geo Dipa Energi dan kontraktor senantiasa menjaga safety sampai zero accident yaitu menjaga aspek-aspek keselamatan kerja dan lingkungan.

Sebagai informasi, seremoni tajak sumur pertama proyek pengembangan Patuha Unit 2 berkapasitas 55 Megawatt (MW) dalam kegiatan acara "The First Spud In Well Patuha Unit 2 Project, Geothermal For Indonesia Emission Reduction", Kamis 18 November 2021.

Kegiatan dilakukan secara hybrid yang dihadiri Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabuaten Bandung, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali. (*)


Editor : inilahkoran