Lagi, Jalan Raya Karang Tengah Longsor Hingga 40 Cm
Akibat diguyur hujan deras dan struktur tanah yang labil, Jalan Raya Karang Tengah di Kampunh Cilaya, Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengalami bencana alam longsor hingga kurang lebih 40 meter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Babakan Madang - Akibat diguyur hujan deras dan struktur tanah yang labil, Jalan Raya Karang Tengah di Kampunh Cilaya, Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengalami bencana alam longsor hingga kurang lebih 40 meter.
Lokasi bencana alam tanah longsor ini tak jauh dari bencana serupa yang terjadi pada Kamis, (4/4) lalu yang juga sudah dilakukan perbaikan jalannya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU - PR) Kabupaten Bogor.
"Longsornya Jalan Karang Tengah ini larena tanahnya labil dan hujan yang tak berhenti hingga saat ini, kejadian bencana alam ini terjadi pada Selasa, (31/12) sore sekitar pukul 16.00 WIB," ujar Camat Babakan Madang Cecep Imam ketika dihubungi wartawan.
Mantan Camat Ranca Bungur ini menambahkan akibat tanah longsor ini, akses jalan menuju Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Citeureup terputus hungga jalan kabupaten ini selesai diperbaiki.
"Karena jalan ini berada di lereng bukit maka tidak mungkin dialih ke sebelahnya dan melalui berita ini saya beritahukan pengguna jalan agar mengalihkan perjalanannya melalui Citeureup apabila mau ke Sukamakmur ataupun Babakan Madang," tambahnya.
Cecep menjelaskan jajarannya juga sudah berkordinasi dengan DPU - PR agar Jalan Raya Karang Tengah ini lekas diperbaiki karena akses jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat.
"Saya sudah menghubungi Kepala DPU - PR R Soebiantoro dan beliau sangat merespon dan akan ditindak lanjuti secepatnya, menurut saya perbaikan jalan ini tidak bisa ditanggani dengan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena patah jalannya cukup parah hingga 40 meter," jelas Cecep.
Terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo menuturkan tidak ada korban jiwa karena bencana alam longsor ini, hanya satu keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman hingga hujan berhenti.
"Wilayah Kampung Cilaya memang tidak layak huni dan sudah diassesment oleh Badan Geologi pada tahun 2017 karena merupakan daerah rawan lomgsor, saat ini ada dua rumah yang terancam mengalami longsir susulan namun baru satu keluarga sudah mengungsi," tutur Budi. (Reza Zurifwan)
Editor : Bsafaat

