Langkah Cepat Presiden Prabowo Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Ibas: Saya Mengapresiasi Langkah Nyata Presiden Prabowo Terhadap Aspirasi Rakyat
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi permasalahan distribusi dan kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di berbagai daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi permasalahan distribusi dan kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di berbagai daerah.
Menurutnya, kebijakan yang mengizinkan kembali pengecer untuk berjualan gas bersubsidi merupakan respons nyata terhadap aspirasi rakyat.
“Saya mengapresiasi langkah nyata Presiden Prabowo terhadap aspirasi rakyat, di mana pengecer LPG 3 kilogram bisa tetap berjualan,” ujar Ibas dikutip dari ANTARA.
Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir masyarakat di sejumlah daerah mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg akibat adanya perubahan kebijakan distribusi.
Pelarangan pengecer dalam menjual LPG bersubsidi menyebabkan rantai pasokan terhambat, sehingga berimbas pada kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat konsumen.
Menyikapi kondisi ini, Presiden Prabowo langsung mengambil tindakan dengan menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk segera mengaktifkan kembali pengecer dalam rantai distribusi LPG 3 kg.
Keputusan ini diharapkan dapat mengembalikan stabilitas pasokan dan mengurangi beban masyarakat yang bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam upaya memperbaiki rantai pasokan LPG 3 kg, pemerintah tidak hanya mengizinkan pengecer kembali berjualan, tetapi juga memastikan mereka menjadi bagian resmi dari sistem distribusi dengan dijadikan sub-pangkalan.
Langkah ini bertujuan agar harga yang diterima masyarakat tetap stabil dan tidak melambung tinggi akibat permainan di tingkat pengecer ilegal.
Sebagai informasi, hingga tahun 2024, pemerintah telah mengalokasikan dana subsidi LPG 3 kg sebesar Rp80,2 triliun untuk sekitar 40,3 juta rumah tangga penerima manfaat.
Dengan kebijakan yang lebih terarah, diharapkan distribusi subsidi ini benar-benar tepat sasaran dan menjangkau mereka yang membutuhkan.
Selain itu, Ibas juga menegaskan dukungannya terhadap visi swasembada energi yang tengah dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, selain menjaga ketahanan energi nasional, pemerintah juga perlu terus mengembangkan serta mengimplementasikan energi baru dan terbarukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Dan pengembangan serta implementasi energi baru dan terbarukan dalam menjaga lingkungan hidup untuk bangsa dunia dan generasi,” tutupnya. ***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

