Larangan KDM Soal Study Tour Diduga Diabaikan, Ini Kata Humas SMAN 1 Sumber Kabupaten Cirebon
Rencana SMA 1 Sumber Kabupaten Cirebon melakukan study tour ke Bali, mendapat respon beragam dari banyak orang tua siswa. Informasi dari beberapa orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, ada dugaan pemaksaan supaya kelas XI ikut study tour ke Bali pada bulan April.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Rencana SMA 1 Sumber Kabupaten Cirebon melakukan study tour ke Bali, mendapat respon beragam dari banyak orang tua siswa. Informasi dari beberapa orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, ada dugaan pemaksaan supaya kelas XI ikut study tour ke Bali pada bulan April.
Namun, karena muncul di medsos larangan dari Gubernur Jabar terpilih Kang Dedi Mulyadi (KDM), maka rencana keberangkatan dimajukan pada hari Selasa pekan depan. Terbukti, hari Senin kemarin semua siswa yang akan ikut dikumpulkan. Mereke diminta melunasi sisa pembayaran yang jumlahnya sekitar Rp. 2 juta per siswa.
"Ya dengar omongan saja katanya keberangkatan dimajukan selasa depan. Kabarnya mumpung KDM belum dilantik jadi gubernur. Tapi uang sebesar itu, berat juga bagi sebagian besar orang tua siswa," kata sumber yang wanti wanti namanya tidak dimunculkan ini.
Sumber lain menyebutkan, rencana ini sudah di maping sejak bulan Juli tahun 2024 saat ajaran baru. Ada tiga tempat yaitu Jogja, bandung dan semarang. Ditengah perjalan, tujuan berubah ke bali dan seolah olah siswa sendiri yang menginginkan.
Kendaraannya sendiri, sudah disanggupi salah satu guru yang disinyalir punya kedekatan dengan salah satu agen travel. Ironisnya, rencana ke bali seolah olah memakai sistim voting dan siswa yang menginginkan. Orang tua siswa pun kabarnya terkesan dipaksakan untuk menyetujui rencana study tour tersebut.
Terpisah, ketika dihubungi via telepon WhatsApp, humas SMA1 Sumber Kabupaten Cirebon, Abdul Syukur membenarkan rencana study tour ke Bali tersebut. Namun, keberangkatannya menunggu surat edaran resmi setelah KDM dilantik jadi gubernur. Sementara ada sekolah lainnya yang sudah memberangkatkan siswanya study tour.
Namun setelah didesak, apakah akan jadi berangkat atau tidak awalnya jawaban Abdul Syukur mengambang. Tapi saat di hubungi ulang, dia memastikan keberangkatan akan dibatalkan.
"Kita tidak jadi memberangkatkan study tour ke Bali ya. Jadi pemberangkatan hari selasa minggu depan, itu hanya rumor saja," ungkapnya.
Diapun memastikan, seluruh uang yang sudah masuk dari siswa, akan dikembalikan penuh. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti
