Mengadu Soal Larangan Study Tour, DPRD Jabar Siap Tindaklanjuti
Sejumlah asosiasi pelaku pariwisata Jawa Barat mengadu ke DPRD Jabar melalui audiensi, pada Jumat 3 Oktober 2025 lalu, terkait larangan study tour yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sejumlah asosiasi pelaku pariwisata Jawa Barat mengadu ke DPRD Jabar melalui audiensi, pada Jumat 3 Oktober 2025 lalu, terkait larangan study tour yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi.
Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB), Perhimpunan Insan Pariwisata (Pelita) Jawa Barat mendesak DPRD Jabar untuk bersikap, menyusul kerisauan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait larangan study tour, yang berdampak pada sektor pariwisata saat ini.
Ketua Komisi II DPRD Jabar Bambang Mujiarto mengatakan, pihaknya mendukung penuh para pelaku pariwisata. Terkait kebijakan larangan study tour, akan segera dikaji ulang.
"Tentu kami di Komisi II akan support, memastikan bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam dunia keperwisataan ini tetap berjalan dan sesuai dengan rencana pembangunannya. Karena bagaimanapun juga potensi untuk keperwisataan di Jawa Barat ini sangat besar," ujar Bambang dikutip Minggu 5 Oktober 2025.
Pihaknya juga menyoroti soal pariwisata, yang dalam kerangka berpikir Dedi Mulyadi adalah alam yang indah dan tertata. Menurutnya, pariwisata tidak sesederhana ini di Jabar.
"Bukan hanya dari alam, tapi kreativitas, kerajinan dan sebagainya. Termasuk juga budaya, ini sangat kaya raya. Jadi saya kira ini sektor yang perlu kita optimalkan untuk membantu dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat," ucapnya.
Sebelumnya Dedi menegaskan, tidak akan mengubah keputusannya dan tetap melarang kegiatan wisata berbalut study tour bagi siswa di Jabar.
Dia mengatakan, kebijakan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 45/PK.03.03/KESRA/2025 tersebut justru berpihak kepada orangtua murid yang selama ini kerap terbebani biaya kegiatan study tour.
"Saya sudah tegaskan, saya tidak akan berubah. Saya tetap berpegang teguh bahwa larangan study tour ini memberikan manfaat bagi hampir mayoritas orangtua," kata Dedi.
Dedi menyebut, pembangunan sektor pariwisata Jawa Barat perlu dilakukan dengan cara yang baik, mulai dari pentingnya pembangunan infrastruktur, kebersihan, hingga pelayanan wisata.
“Kebersihan desa dan kota harus kita lakukan. Infrastruktur harus kita bangun, lampu-lampu jalan harus kita pasang merata di Jawa Barat, harus bebas pungli, ramah pada wisawatan harus diberantas, warung-warung dan toko tidak boleh getok harga. Itu cara terbaik membangun pariwisata kita,” tuturnya.
Dia mengaku, optimistis bila upaya-upaya tersebut dilakukan maka pariwisata Jawa Barat akan terus tumbuh tanpa harus menjadikan pelajar sebagai objek kunjungan wisata.
“Insyaa Allah, Jawa Barat ke depan akan meningkat jumlah kunjungan wisatawannya dan tidak menjadikan anak sekolah sebagai objek untuk meningkatkan pariwisata,” tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

