Pengganti Study Tour yang Dilarang Dedi Mulyadi, Sekolah di Cimahi Beralih ke Walking Tour
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi menyambut positif program walking tour yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, cimahi - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota cimahi menyambut positif program walking tour yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) cimahi.
Pasalnya, selain bisa memperkenalkan tempat-tempat bersejarah dan kental akan nilai budaya serta lingkungan, walking tour ini juga menjadi pengganti study tour yang dilarang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Kami tentu menyambut baik dengan adanya walking tour yang dijalankan temen-temen Dinas Pendidikan," kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota cimahi, Lucky Sugih Mauludin.
"Kami berharap program ini bisa mengembangkan wisata lokal Kota cimahi," sambungnya.
Menurutnya, Kota cimahi memiliki banyak wisata lokal yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang bisa dijadikan objek untuk dikunjungi siswa dalam program walking tour.
"Di cimahi ada Gedung The Hitorich, Stasiun cimahi, Rumah Sakit Dustira, Kampung Adat Cireundeu dan sebagainya," sebutnya.
Lucky menyebut, program tersebut selaras dengan konsep wisata heritage yang sebelumnya pernah digagas Pemkot cimahi.
Di dalamnya menawarkan pengalaman melihat dan menikmati peninggalan sejarah yang berkaitan dengan jejak militer Belanda hingga perjuangan warga untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Kota cimahi.
"Di cimahi banyak tempat wisata yang penuh historis, bermanfaat bagi siswa untuk menambah pemahaman dan pengetahuan untuk siswa atau pelajar," bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota cimahi, Nana Suyatna mendorong sekolah yang ada di wilayahnya melaksanakan kegiatan walking tour sebagai jawaban kebijakan larangan studi tour yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Melalui walking tour atau wisata edukatif lokal, Disdik Kota cimahi berharap seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP bisa memperkenalkan sejarah dan bangunan bersejarah di Kota cimahi kepada para peserta didiknya.
"Langkah ini bukan hanya untuk menekan biaya, tapi juga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kota sendiri," katanya Jumat 1 Agustus 2025.
Nana mengakui pembatasan dan larangan study tour sebenarnya sudah ada sejak tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, para peserta didik didorong untuk melaksanakan walking tour.
"Tujuannya agar mereka mengenal tempat-tempat yang bersejarah di Kota cimahi, sehingga mereka semakin cinta dan bangga terhadap Kota cimahi," sambungnya.
Nana mengklaim, kebijakan itu selaras dengan edaran Gubernur Jawa Barat yang menekankan larangan kegiatan study tour komersial yang berpotensi membebani orang tua murid.
Di samping itu, walking tour yang digagas Pemerintah Kota cimahi memanfaatkan potensi lokal dengan melibatkan pemandu wisata dan situs-situs sejarah.
"Kami mendorong silakan lah. Karena kan pada waktu mereka studi tour itu, perlu ada BBM, terus yang kedua, di dalam proses perjalanan mereka dikasih snack," ujarnya.
"Sambil mungkin, ketika turun ke suatu bangunan dan sebagainya, pemandu itu menjelaskan," ucapnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


