Videonya Sempat Viral, Sanksi Menanti Pria yang Teriak Bawa Bom di Pesawat Lion Air
Akibat teriakan tersebut, kru Lion Air segera menjalankan prosedur return to apron (RTA), yakni mengembalikan pesawat ke apron untuk pemeriksaan keamanan sesuai standar operasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Seorang pria berinisial H kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Bandara Soekarno-Hatta setelah membuat kehebohan di dalam pesawat Lion Air JT-308 rute Jakarta–Kualanamu. Insiden bermula saat pria tersebut berteriak membawa bom di dalam kabin pesawat, Sabtu malam 2 Agustus 2025.
Akibat teriakan tersebut, kru Lion Air segera menjalankan prosedur return to apron (RTA), yakni mengembalikan pesawat ke apron untuk pemeriksaan keamanan sesuai standar operasional.
“Yang bersangkutan sudah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan oleh tim penyidik gabungan dari Polres Bandara dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Otoritas Keamanan Bandara,” ujar Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Ronald Sipayung dikutip dari Antara, Senin 4 Agustus 2025.
Ronald menegaskan bahwa tindakan pelaku bisa berujung pada sanksi pidana karena telah menimbulkan kepanikan dan mengganggu keamanan penerbangan. Sanksi ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yang menyatakan bahwa siapa pun yang memberikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan dapat dikenakan hukuman pidana.
"Untuk sanksi pidana tentu ada. Namun, akan disampaikan lebih lanjut setelah pemeriksaan selesai," jelasnya.
Tindakan pelaku tersebut diduga sebagai bentuk protes atas keterlambatan penerbangan. Namun, aparat menilai motif apa pun tidak bisa membenarkan pernyataan atau ancaman yang dapat memicu kepanikan massal, terutama dalam ruang terbatas seperti kabin pesawat.
Cuplikan insiden ini juga sempat viral di media sosial. Dalam video, terlihat pria tersebut marah-marah dan menyebut adanya bom, yang membuat penumpang lain resah dan memaksa kru untuk segera mengambil tindakan pengamanan.
Pihak bandara mengimbau masyarakat untuk tidak main-main dengan isu keamanan, terlebih di area sensitif seperti bandara dan pesawat. Tindakan sembrono semacam ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga penumpang lain serta dapat mengganggu jadwal penerbangan secara keseluruhan.
Editor : Firda Rachmawati


