Legislator Jabar Pesimistis Tol Cisumdawu Bisa Beroperasi di Akhir Februari Nanti
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady merasa pesimis jika jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sudah bisa beroperasi secara keseluruhan di akhir Februari nanti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady merasa pesimis jika jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sudah bisa beroperasi secara keseluruhan di akhir Februari nanti.
Meski Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku akan mengupayakan operasional seksi I hingga IV, sudah bisa dilakukan dan dibuka untuk masyarakat umum.
Daddy menerangkan, sejauh ini memang seksi I hingga IV memang telah selesai dan sudah dapat digunakan, demikian pula pada seksi IV. Namun pada seksi V masih terjadi kendala, khususnya pada pembebasan lahan.
“Terus terang, saya merasa pesimistis tol cisumdawu sudah bisa dibuka operasionalnya untuk masyarakat umum di akhir Februari nanti. Memang untuk seksi I sampai IV sudah tidak ada masalah. Demikian juga di Dawuan, seksi IV. Cuma di seksi V ini masih alasan klasik, pembebasan lahan. Jadi saya kira tidak mungkin Tol Cisumdawu sudah bisa selesai akhir Februari ini,” ujarnya kepada INILAHKORAN, Selasa (17/1/2023) malam.
“Bukan kami selaku dewan tidak ingin Tol Cisumdawu ini cepat selesai. Tapi kalau melihat situasi dan kondisinya di lapangan, masih berat juga Februari sudah bisa dibuka,” imbuhnya.
Daddy memprediksi, Tol Cisumdawu betul-betul baru dapat beroperasi secara maksimal di akhir 2023 mendatang. Bila merujuk pada proses pembangunan yang dilakukan pada saat ini, sebab pembebasan lahan dan penataan kontur jalur tol diakuinya tidak mungkin berjalan mudah.
“Saya kira Tol Cisumdawu ini baru betul-betul clear, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu nanti. Akhir 2023. Kalau sekarang, saya kira masih belum jika kita melihat kondisi di lapangan saat ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Basuki menerangkan pihaknya akan berupaya agar Tol Cisumdawu sudah dapat beroperasi pada akhir Februari mendatang guna mendukung mobilitas masyarakat. Mengingat pembangunan tol penghubung menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ini sejatinya sudah selesai pada 2017 silam. Namun banyak kendala yang terjadi, hingga akhirnya sampai hari ini masih belum rampung 100 persen.
"Mudah-mudahan Cisumdawu ini secara total bisa kita operasikan pada akhir Februari tahun ini," ujar Basuki dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.
Basuki akan mengupayakan pada akhir Februari Jalan Tol Cisumdawu bisa dioperasikan secara tuntas.
Kementerian PUPR mendorong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) di Provinsi Jawa Barat.
Penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 62 km sangat penting untuk efektivitas operasional Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta pengembangan ekonomi kawasan Pantura Jawa Barat, mulai dari Cirebon, Indramayu, Majalengka hingga Kuningan (Ciayu Majakuning) Jawa Barat.
Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun. Dari keenam seksi, Seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Sementara Seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT).
Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km telah beroperasi sejak Januari 2022 dan Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km progres fisik sudah 94,7 persen tinggal menyelesaikan pekerjaan lereng dan lanskap.
Secara keseluruhan Seksi 3-6 yang dikerjakan oleh BUJT sepanjang 33,21 km. Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100 persen. Kemudian pembangunan Seksi 4 Cimalaka - Legok sepanjang 8,20 km konstruksinya untuk Seksi 4A sebesar 87,93 persen dan Seksi 4B sebesar 58 persen.
Seksi 5 Legok - Ujungjaya sepanjang 14,9 km progres konstruksinya untuk 5A sebesar 60,9 persen dan 5B sebesar 63 persen. Sedangkan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan progres untuk 6A sebesar 98,2 persen dan untuk 6B sudah 100 persen progres fisiknya.
Salah satu tantangan dalam pembangunan Tol Cisumdawu Seksi 2 hingga 5 adalah penanganan lereng dengan kerawanan longsor tinggi. Saat ini sudah dilakukan beberapa penanganan antara lain dengan dilakukan penggalian tanah atau regrading, penguatan lereng, sumuran dengan sistem pompa, serta penambahan lahan agar lereng menjadi lebih landai. *** (Yuliantono)
Editor : JakaPermana
