Lelang Jabatan, Emil Diminta Prioritaskan Putra Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta lebih memprioritaskan sosok asal daerah tersebut untuk mengisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Selain mengedepankan profesionalitas, aspek budaya dan n

Lelang Jabatan, Emil Diminta Prioritaskan Putra Daerah
INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta lebih memprioritaskan sosok asal daerah tersebut untuk mengisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Selain mengedepankan profesionalitas, aspek budaya dan nilai-nilai lainnya jangan dilupakan agar kinerja pejabat terkait bisa lebih maksimal.
 
Hal ini diungkapkan Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengomentari proses lelang jabatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengisi sejumlah kepala OPD. "Profesi itu harus ada budaya dominan dan nilai-nilai lainnya sebagai identitas Provinsi Jawa Barat," kata Didi di Bandung, Sabtu (2/2).
 
Didi mengapresiasi niat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyeleksi kepala OPD dengan cara seperti ini. "Sudah barang tentu dengan terbukanya (seleksi) SKPD (OPD) itu tentu sesuatu yang baik," katanya.
 
Namun, dia mengingatkan Emil agar tidak melupakan kultur Jawa Barat dalam menentukan posisi para pejabat di tatar Sunda ini. "Transparan dan profesional, tanpa melupakan jatidiri bahwa Jawa Barat itu tatar Sunda. Jangan dilupakan, di daerah lain juga memilih pejabat itu tanpa melupakan kepentingan daerahnya," kata dia.
 
Hal ini penting agar kinerja para pejabat nantinya lebih maksimal terutama dalam melayani kepentingan masyarakat. Para pejabat yang dari daerah setempat, lanjut Didi, akan lebih terikat dan memiliki tanggungjawab yang lebih besar ke daerah asalnya itu.
 
"Bagaimanapun juga mereka akan lebih terikat, lebih bertanggungjawab ke daerahnya," kata dia. Sehingga jika kualitas calon pejabat itu sama, menurutnya Emil harus memprioritaskan putra daerah.
 
"Jangan sampai dengan kualitas sama, memilih yang lain. Kalau (kualitasnya) sama, tentu harus memprioritaskan orang berbudaya Sunda. Biasa juga dilakukan di berbagai daerah seperti itu," katanya.
 
Dengan cara seperti ini, tambah Didi, menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada putra daerah. "Kadang-kadang Jawa Barat itu seperti tidak percaya diri, tidak PD terhadap kemampuan daerahnya. Takut dianggap tidak nasionalis, padahal nasionalis itu sudah selesai, kebinekaan sudah selesai," katanya.
 
Terlebih, dia menilai seorang kepala daerah bertanggungjawab untuk membesarkan warganya. "Tentu kepala daerah punya tanggungjawab untuk membesarkan putra daerahnya," kata dia.
 
Apalagi, menurut Didi saat ini tokoh asal Jawa Barat kurang memiliki peranan di tingkat nasional. "Jangan sampai di nasional orang Sunda belum berperan, di daerahnya sendiri belum mendapat kekuatan. Ini harus jadi kepentingan pemangku kebijakan," paparnya.
 
Lebih lanjut Didi pun berharap proses seleksi ini terbebas dari kepentingan politik, baik dari partai pengusung maupun orang-orang yang dekat dengan kekuasaan. Saat ini, Didi mencium aroma tersebut terutama dari para pembisik Emil yang tergabung dalam tim khusus.
 
"Tim di sekitar itu banyak yang memperbincangkan," katanya. Didi tidak ingin jika keputusan yang diambil Gubernur sangat tergantung kepada tim yang dibentuk tersebut.
 
"Jangan sampai setiap keputusan itu sangat tergantung kepada tim yang dibentuk Pak Gubernur di luar struktur. Sehingga nanti struktur yang ada merasa terabaikan, merasa tak diperhatikan," katanya.


Editor : inilahkoran