Liburan Akhir Tahun, Okupansi KA Diprediksi Melonjak 4-5%

Musim liburan akhir tahun dimulai. Menjelang masa itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018 selama delapan belas hari.

Liburan Akhir Tahun, Okupansi KA Diprediksi Melonjak 4-5%
INILAH, Bandung - Musim liburan akhir tahun dimulai. Menjelang masa itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018 selama delapan belas hari.
 
Manager Humas Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Joni Martinus mengatakan pihaknya siaga pada 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Selama musim puncak itu, Daop 2 Bandung meningkatkan jumlah perjalanan KA Argo Parahyangan.
 
"Untuk KA relasi Jakarta-Bandung itu, jumlah perjalanannya meningkat dari tahun lalu. Dari semula 13 kali menjadi 17 kali," kata Joni kepada INILAH, Selasa (18/12/2018).
 
Secara umum, dia mengatakan tingkat okupansi pun bakal melonjak. Prediksinya, kenaikan jumlah penumpang moda transportasi massal itu mencapai 4-5% dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Selain itu, Joni menyebutkan untuk angkutan  Nataru tahun ini pihaknya mengoperasikan empat rangkaian kereta  tambahan. Yakni, KA Lodaya Pagi  jurusan Bandung-Yogyakarta-Solo, KA Lodaya Malam jurusan Bandung-Yogyakarta-Solo, KA Pasundan jurusan Bandung-Surabaya, dan KA Kutojaya Selatan jurusan Bandung-Kutoarjo.
 
Sama halnya dengan masa Angkutan Lebaran, pada masa Angkutan Nataru itu pun terdapat periode puncak keberangkatan dan kedatangan. Diperkirakan, okupansi tertinggi keberangkatan itu akan terjadi pada Senin (24/12/2018) mendatang. Sedangkan, puncak arus balik penumpang diprediksi akan terjadi pada Selasa (1/1/2019) pekan berikutnya.
 
Mengenai kapasitas angkut, Joni menjelaskan secara harian rata-rata untuk kereta utama jarak jauh mencapai 19.000 kursi. Sedangkan, untuk kereta lokal pendukung Angkutan Nataru jumlahnya meningkat sebanyak 43.000 tiket/ hari. 


Editor : inilahkoran