Liga 1 2020 Dihentikan, Persib Keukeuh Minta Turnamen
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono 'keukeuh' Liga 1 2021 bisa digelar sesuai dengan kalender Liga Eropa. Tepatnya pada Agustus atau September mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono 'keukeuh' Liga 1 2021 bisa digelar sesuai dengan kalender Liga Eropa. Tepatnya pada Agustus atau September mendatang.
Sebab menurutnya, banyak keuntungan yang didapatkan jika Liga Indonesia mengikuti jadwal Liga Eropa. Satu di antaranya bisa dengan mudah mencari pemain asing berkualitas.
"Untuk mengisi kekosongan menunggu Agustus atau September 2021, bisa dilaksanakan kegiatan sepak bola antara Februari sampai Juni atau Juli," ujar Teddy saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).
Teddy mengatakan kekosongan itu bisa dengan menyelenggarakan turnamen. Sehingga para tim bisa jauh lebih siap menghadapi Liga 1 2021 yang digulirkan sesuai dengan kalender Liga Eropa.
"Dan kita harus ingat bahwa di tanggal 13-14 Mei adalah Idul Fitri, sehingga pelaksanaan event tersebut harus disesuaikan," katanya.
Sebelumnya, pelatih Persib, Robert Rene Alberts pun memiliki harapan yang sama agar PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa menggelar turnamen sebelum melaksanakan Liga 1 2021.
Pasalnya, dikatakan Robert, sudah cukup lama para pemain tidak menghadapi pertandingan. Terakhir terjadi pada pertengahan Maret 2020 seiring ditundanya Liga 1 2020 akibat pandemi Covid-19.
Pelatih asal Belanda ini menilai turnamen itu bisa digelar pada akhir Maret atau April ini. Sehingga para klub memiliki waktu untuk mempersiapkan para pemainnya dengan baik.
"Klub juga bisa mulai mencari pemain asing karena seperti diketahui sulit melakukan penerbangan dari luar negeri karena adanya regulasi lockdown dari beberapa negara dan kebijakan karantina ketika memasuki suatu negara," kata Robert.
Karena itu, Robert menilai gelaran turnamen adalah jalan terbaik bagi seluruh tim sebelum memulai Liga. Sehingga para tim bisa tampil maksimal di laga sebenarnya.
"Jika melihat Agustus, saat itu kita sudah tahu hasil dari vaksin dan bagaimana penanganan COVID bukan cuma di Indonesia tapi di dunia dan jika Indonesia bisa mengikuti jalannya musim seperti di Eropa saya rasa akan ada banyak kemudahan untuk Indonesia," katanya.
Selain itu, jika mengikuti sistem kompetisi di Eropa pada musim 2021-2022, lanjut Robert, Indonesia akan memiliki keuntungan yang sangat besar. Seperti halnya transfer window pemain hingga jadwal tampil di turnamen besar yang diagendakan FIFA.
"Saya rasa demi kebaikan, mulai turnamen pada akhir Maret atau awal April hingga Juni atau Juli. Lalu setelah itu klub bisa bergerak lagi seperti mulai mengontrak pemain termasuk pemain asing dengan kualitas yang bagus dan kami bisa fokus serta menyiapkan pramusim yang bagus supaya bisa kembali bermain di Liga pada Agustus 2021," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : Doni Ramdhani

