Lisa Kembali Dikritik Karena Pakaian yang Terlalu Seksi di Konser BLACKPINK di Taiwan
Gunakan pakaian yang terlalu seksi dan terbuka, Lisa BLACKPINK kembali mendapat kritikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tak hanya Jennie, Lisa juga menarik perhatian karena pakaiannya selama Konser BLACKPINK di Taiwan.
BLACKPINK kembali ke Asia dengan dua Konser dahsyat di Stadion Nasional Kaohsiung di Taiwan, tempat utama penyelenggaraan Asian Games yang menarik sekitar 100.000 penggemar selama dua malam, menurut China Times.
Pertunjukan tersebut menandai penampilan pertama BLACKPINK di Asia setelah istirahat dua bulan, dengan Pakaian panggung baru dan daftar lagu yang diperbarui yang mencakup penampilan solo yang belum pernah terlihat dalam Konser sebelumnya.
Dibuka dengan 'Kill This Love', member keempat BLACKPINK langsung menggemparkan stadion dengan sorak sorai puluhan ribu penggemar.
Daftar lagu mereka mencakup lagu-lagu hits mereka seperti 'Pink Venom', 'How You Like That', dan 'Playing With Fire', yang masing-masing telah ditonton lebih dari ratusan juta kali secara berani.
Meski meriah, Konser-Konser tersebut memicu beragam demonstrasi yang berani. Beberapa penggemar dan media mengkritik penampilan 'Pink Venom' karena terkesan "berantakan" dan "tidak terkoordinasi".
Mereka juga berkomentar bahwa koreografinya kurang presisi dan intensitas yang diharapkan dari BLACKPINK.
"Rasanya kurang latihan dan kacau, tidak seperti yang biasa kami lihat dari mereka," komentar seorang penggemar di Weibo.
Anggota termuda grup tersebut, Lisa, sekali lagi menjadi pusat diskusi publik karena gaya panggungnya yang provokatif.
Dalam penampilan solonya di 'Rockstar', Lisa tampil dengan Pakaian pendek berpotongan cut-out yang menonjolkan lekuk tubuhnya, menampilkan gerakan tari yang berani bersama para penari latar.
Penampilannya menjadi viral di media sosial, dengan netizen yang beragam antara memuji kepercayaan dirinya dan mengkritik karena "terlalu terbuka".
"Kepercayaan diri Lisa tak tertandingi, tapi panggungnya terasa terlalu sensual untuk sebuah Konser grup," tulis seorang pengguna.
Sementara pengguna lain membela, "Dia seorang seniman yang mengekspresikan dirinya tidak lebih."
Ini bukan pertama kalinya Lisa menuai kontroversi karena citra sensualnya. Pilihan busana dan koreografinya sering kali menuai komentar yang menyebut "terlalu berani" atau "hampir tidak pantas", yang memicu keberlanjutan tentang kebebasan berekspresi versus standar budaya dalam K-Pop.
Penampilan Lisa juga memicu kembali diskusi yang lebih luas tentang ekspresi artistik dalam budaya pop global.
Para pakar musik menunjukkan bahwa musik pop telah lama mencerminkan perubahan struktur sosial dan dinamika kekuasaan, menantang pandangan konvensional tentang feminitas dan pertunjukan.* **
Editor : Irma Nurfajri


