Literasi Kota Bandung Didorong Lewat Pameran, Wisata Edukasi, dan Teknologi

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari mengatakan, literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis. Literasi mencakup berbagai aspek kehidupan yang terus berkembang seiring perubahan zaman.

Literasi Kota Bandung Didorong Lewat Pameran, Wisata Edukasi, dan Teknologi
“Literasi itu tidak hanya membaca buku atau menulis saja, tapi bisa dalam berbagai bentuk. Apalagi anak-anak sekarang lebih senang menggunakan gadget, jadi pemerintah harus lebih kreatif dalam mengemas kegiatan literasi,” kata Dewi Kenny Kaniasari, Jumat 7 November 2025. (yogo triastopo)

INILAHKDORAN, Bandung - Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari mengatakan, literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis. Literasi mencakup berbagai aspek kehidupan yang terus berkembang seiring perubahan zaman.

“Literasi itu tidak hanya membaca buku atau menulis saja, tapi bisa dalam berbagai bentuk. Apalagi anak-anak sekarang lebih senang menggunakan gadget, jadi pemerintah harus lebih kreatif dalam mengemas kegiatan literasi,” kata Dewi Kenny Kaniasari, Jumat 7 November 2025.

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan Disarpus adalah mengembangkan program literasi sejarah. Saat ini, pihaknya tengah menggelar pameran bertajuk Milestone di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh. Pameran dikemas untuk menarik minat masyarakat memahami sejarah kota yang telah berusia 215 tahun.

Selain itu, pihaknya juga mengajak siswa sekolah dasar dan menengah untuk mengikuti studi tur ke berbagai tempat edukatif, seperti Museum Kavaleri dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kegiatan tersebut, menggabungkan konsep literasi dan wisata agar proses belajar terasa lebih menyenangkan.

“Jadi kita buat menyenangkan, make it fun. Pemerintah juga harus agile, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Anak-anak bisa melihat langsung tayangan-tayangan edukatif di museum atau PTDI,” ucapnya.

Tidak hanya di ruang pamer, Disarpus juga tetap menggerakkan mobil perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah dan ruang publik. Berbagai kolaborasi dengan Ikatan Penerbit Indonesia Jawa Barat, Ikatan Pengusaha Reklame hingga rekan media terus dijalin untuk memperluas jangkauan literasi.

Dewi menyebutkan, pada 2026 pihaknya menyiapkan sejumlah inovasi kolaboratif guna meningkatkan literasi masyarakat Kota Bandung. Salah satunya dengan memperluas tema literasi ke bidang kewirausahaan, yang akan digelar bersama Pokja Literasi di Braga City Walk.

“Besok kami adakan kegiatan literasi kewirausahaan. Ini untuk meliterasi para pelaku usaha agar lebih memahami pengelolaan dan pengembangan bisnisnya,” ujar dia.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, Disarpus juga menggandeng mahasiswa dan dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan robot pelayanan perpustakaan bernama RoboBook. Robot ini diharapkan mampu membantu pelayanan kepada pengunjung di tengah keterbatasan sumber daya manusia.

“Dari survei, banyak pengunjung ingin jam layanan diperpanjang. Karena SDM terbatas, kami berinovasi lewat robot ini. Sekarang masih dalam tahap desain oleh mahasiswa ITB,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, pihaknya juga menaruh perhatian besar pada upaya meningkatkan minat baca anak-anak. Salah satu caranya adalah menjalin kerja sama dengan komunitas komik lokal untuk membuat komik edukatif bertema pola hidup sehat, pengelolaan sampah hingga kesehatan mental.

“Anak-anak usia dini lebih senang belajar lewat media visual. Jadi komik bisa jadi alternatif bacaan selain manga, tapi dengan nilai-nilai edukatif yang sesuai budaya lokal,” ujar dia.

Ia menambahkan, berbagai inisiatif literasi di Kota Bandung banyak mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Sehingga tetap berjalan tanpa bergantung pada anggaran besar. Program pameran Milestone dan sejumlah kegiatan literasi lainnya bahkan digelar tanpa menggunakan dana APBD.

“Alhamdulillah, tanpa APBD besar pun kegiatan tetap jalan. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi kolaborasi seperti ini,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani