Lolos ke Senayan, Putri Akom Lawan 'Bank Emok'
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), Partai Golkar memperoleh sekitar 14% suara. Hal tersebut membuat para kadernya berpeluang duduk di kursi DPR-RI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), Partai Golkar memperoleh sekitar 14% suara. Hal tersebut membuat para kadernya berpeluang duduk di kursi DPR-RI.
Salah satu caleg yang diperkirakan melenggang ke Senayan adalah Puteri Komarudin yang berasal dari Dapil Jawa Barat VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta). Putri politisi senior Ade Komarudin tersebut diperkirakan memperoleh sekitar 102 ribu suara berdasarkan perhitungan internal Badan Pemenangan Partai Golkar.
"Insya Allah bisa ke Senayan dan alhamdulillah banyak masyarakat memberikan amanah suaranya kepada saya,” ujar Puteri, belum lama ini.
Menurut dia, perjuangan di Dapil Jabar VII cukup berat, mengingat banyak kader yang jauh lebih senior dari dirinya, salah satunya Dedi Mulyadi yang merupakan Ketua DPD Golkar Jabar serta Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di wilayah Jabar. Adapun Dedi Mulyadi diperkirakan memperoleh sekitar 123 ribu suara.
“Melihat hasil perolehan suara dan tren Pileg sebelumnya, diperkirakan bisa mendapat 2-3 kursi dari Dapil Jabar VII," katanya.
Putri mengaku akan memegang teguh suara rakyat yang diamanahkan kepadanya serta mendorong beragam aspirasi masyarakat, seperti penyediaan lapangan pekerjaan, banjir, sampah, serta masalah sosial lainnya.
Salah satu masalah yang menjadi fokus untuk segera dituntaskan adalah merajalelanya "Bank Emok". Koperasi berkedok rentenir tersebut menyasar kalangan ibu rumah tangga dengan bunga tinggi hingga 20-30%.
"Setelah menyerap aspirasi dari ibu-ibu selama kampanye kemarin, ternyata Bank Emok menimbulkan masalah. Mereka membidik masyarakat yang belum bankable dan menawarkan Kredit Tanpa Agunan dengan bunga tinggi dan terus membengkak," ucapnya.
Melihat kondisi tersebut, Putri berharap bisa duduk di Komisi XI yang mengurusi perbankan dan jasa keuangan demi mendorong peraturan yang melindungi masyarakat dari jerat rentenir.
Selain itu, komisi tersebut dinilai sangat cocok dengan ilmu yang dimiliki karena dirinya mengenyam pendidikan Ekonomi dan Bisnis di University of Melbourne. Putri juga sempat bekerja di Otoritas Jasa Keuangan.
"Saya berharap bisa duduk di Kursi 11 untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di sektor keuangan. Perli ada masukan ke pemerintah untuk melakukan perbaikan dan mengoptimalkan sosialisasi adanya KUR, dan bantuan permodalan dari pemerintah," pungkasnya. (rianto nurdiansyah)
Editor : Zulfirman

