LPK Midori Cirebon Sudah Berangkatkan 200 Peserta untuk Magang Kerja ke Jepang
LPK Midori Gakuin Center Cirebon telah memberangkatkan sekitar 200 peserta ke Jepang sejak 2023. Peluang pemagangan terbuka untuk usia 18-26 tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peluang bekerja di Jepang bagi anak muda Cirebon dan daerah lainnya masih terbuka. LPK Midori Gakuin Center Kota Cirebon tercatat telah memberangkatkan sekitar 200 peserta ke Jepang sejak memperoleh izin pengiriman pada 2023.
Direktur LPK Midori Gakuin Center, Iib Ubaydila mengatakan, lembaga tersebut berdiri sejak 2020. Namun, pengiriman peserta untuk program pemagangan ke Jepang baru dimulai tiga tahun kemudian setelah mengantongi izin.
"Alhamdulillah sampai sekarang sudah 200 orang yang kita kirim ke Jepang," kata Iib saat pembukaan Diklat Pra-Keberangkatan Program Pemagangan ke Jepang, Selasa (6/10/2026).
Saat ini, program pelatihan tersebut telah memasuki angkatan ke-11. Sekitar 100 peserta tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan di LPK Midori Gakuin Center yang berlokasi di Perumahan Sutan Raja Katiasa Residence, Kota Cirebon.
Pada pembukaan angkatan terbaru, sebanyak 20 peserta dinyatakan lolos seleksi dan akan menjalani pendidikan selama empat bulan sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
"Acara hari ini adalah pembukaan untuk peserta baru untuk mengikuti pendidikan selama empat bulan di LPK Midori Gakuin Center," ujarnya.
Iib mengatakan, jumlah peserta yang diterima disesuaikan dengan permintaan tenaga kerja dari mitra di Jepang. Proses rekrutmen dilakukan melalui seleksi dengan tingkat persaingan sekitar satu peserta diterima dari setiap tiga pendaftar.
"Untuk seleksi ini perbandingannya satu banding tiga. Sesuai permintaan dari Jepangnya sehingga kita rekrut dan terkumpul yang lulus 20 orang. Kalau total yang pelatihan di sini 100 orang," katanya.
Menurut Iib, kebutuhan tenaga kerja di Jepang masih cukup tinggi. Kondisi tersebut membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di berbagai sektor.
"Indonesia itu masuk dalam tiga besar setelah Vietnam, karena di Jepang memang paling banyak itu Vietnam," ujarnya.
Sejumlah sektor yang banyak membutuhkan tenaga kerja antara lain perhotelan, building cleaning, kaigo atau perawatan lansia, servis kendaraan, hingga konstruksi.
Untuk program pemagangan Jepang, LPK Midori membuka kesempatan bagi calon peserta berusia 18 hingga 26 tahun. Pendaftaran dilayani setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.
"Bagi yang berminat bisa datang ke kantor kami di Jalan Adi Perumahan Sutan Raja, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon," jelas Iib.
Peserta program tidak hanya berasal dari wilayah Cirebon. Sejumlah peserta juga datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Kebumen.
LPK Midori juga menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah di Cirebon untuk memperluas informasi mengenai program pelatihan dan peluang pemagangan ke Jepang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida yang membuka kegiatan tersebut menilai program pemagangan ke Jepang tidak hanya memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri.
Menurutnya, peserta juga berkesempatan memperoleh pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan budaya kerja yang dapat menjadi modal ketika kembali ke Indonesia.
"Program pemagangan ke Jepang tentu adalah sebuah strategi penting untuk melakukan transfer pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja," kata Siti Farida.
Ia menilai LPK memiliki peran strategis dalam menjembatani lulusan sekolah dengan kebutuhan industri, termasuk pasar kerja internasional. Karena itu, kompetensi peserta perlu dipersiapkan sejak tahap pelatihan.
Siti Farida juga berpesan agar peserta yang nantinya diberangkatkan ke Jepang menjaga kedisiplinan, kesehatan, dan etika selama menjalani program.
"Ketika berangkat ke Jepang nanti, para peserta bukan hanya mewakili diri sendiri, melainkan juga mewakili nama baik Indonesia," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

