Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Penandatanganan Kerja Sama TPPAS Legoknangka Langkah Baik untuk Jabar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penandatanganan kerja sama TPPAS Legoknangka di Kabupaten Bandung yang dilakukan antara Pemprov Jabar dengan PT Jabar Environmental Solution (JES) dan Penjamin Infrastruktur (PII) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 28 Juni 2024 menjadi langkah baik bagi Jabar terkait penanganan sampah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penandatanganan kerja sama TPPAS Legoknangka di Kabupaten Bandung yang dilakukan antara Pemprov Jabar dengan PT Jabar Environmental Solution (JES) dan Penjamin Infrastruktur (PII) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 28 Juni 2024 menjadi langkah baik bagi Jabar terkait penanganan sampah.
Dalam sambutannya, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan butuh 22 tahun hingga akhirnya TPPAS Legoknangka mendapatkan titik terang akan nasibnya, untuk mengurai masalah sampah di Bandung Raya plus Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.
Luhut Binsar Pandjaitan pun berharap, pembangunan TPPAS Legoknangka dapat berjalan cepat usai penandatanganan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman pada hari ini.
"Hari ini merupakan momentum dari upaya panjang sejak 2019. Saya harap pembangunan fisik ini bisa dipercepat. Kalau bisa dua tahun saja, karena penting bagi Sungai Citarum," kata Luhut Binsar Pandjaitan.
Mengingat nasib Sungai Citarum juga bergantung dari TPPAS Legoknangka, supaya tidak ada lagi sampah yang dibuang di sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut.
Dua ribu ton sampah yang bakal dikelola TPPAS Legoknangka kelak lanjut dia, tidak hanya mengurai masalah sampah tetapi menjadi sumber energi baru bagi masyarakat.
Sebab itu, dia berharap Jepang dapat memainkan peran pentingnya dalam membangun TPPAS Legoknangka sesuai harapan.
"Dua ribu ton sampah perhari dan memberikan 40 megawatt listrik. Inu akan berdampak pada kualitas air Citarum " ucapnya.
Tidak hanya itu, pemerintah pusat juga bakal mendukung dengan memberikan insinerator untuk mengolah sampah di desa-desa, yang diharapkan mampu menyerap sekitar 25 ton sampah perhari.
"Nanti kita masukkan di e-catalog, jadi tidak perlu tender-tender biar bisa jalan. Kalau itu jalan di Legoknangka dengan insinerator, membuat Bandung lebih bersih lagi dan orang akan banyak datang," imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

