Mahasiswa Bandung Diskusikan Fenomena Kampanye Negatif

INILAH, Bandung - Mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) DPD Jawa Barat melakukan diskusi dengan tema "Mengulas Fenomena Kampanye Negatif pada Pilpres 2019".

Mahasiswa Bandung Diskusikan Fenomena Kampanye Negatif
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) DPD Jawa Barat melakukan diskusi dengan tema "Mengulas Fenomena Kampanye Negatif pada Pilpres 2019".

Bertempat di Hotel Baltika, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (27/3/2019), Ketua Jaman Jawa Barat, Nayef Zamzam Qalyubi mengatakan, Jaman mengajak para mahasiswa untuk berperan serta dalam Pemilu 2019, karena ke depan mahasiswa juga akan aktif berpolitik.

"Ke depan mereka-mereka juga yang akan meneruskan perjuangan kakak, saudara, orang tua untuk memimpin bangsa ini. Kalau mahasiswanya pasif, tidak ikut serta, ya menjadi persoalan yang sangat krusial," katanya usai diskusi.

Menurut Nayef, ada 10 kampus di Bandung yang telah tergabung dalam Jaman, untuk nantinya delegasi masing-masing kampus ini bisa memulai konsolidasi ke kawan-kawan mereka di kampus masing-masing.

"Kita tidak sebatas mengumpulkan massa atau sekadar dukung-mendukung saja. Tapi, basis isu, basis pengetahuan kita juga sampaikan, seperti unsur kampanye fear, empathy, fun, dan hope," ucapnya.

Selain itu, Jaman juga mendeklarasikan untuk mendukung Pasangan Jokowi-Ma'ruf, dia menganggap bahwa yang memiliki keempat aspek itu, pasangan nomor urut 01.

"Tidak hanya mengulas ataupun menakut-nakuti dengan fear-nya itu, hope-nya juga ada. Diharapkan, Indonesia maju untuk generasi mendatang, selain itu empathy dan fun-nya juga ada," ujarnya.

Nayef menambahkan, Pemilu 2019 ini juga harus dalam keadaan damai, karena berbeda pilihan itu menjadi hak masing-masing. Akan tetapi, harus memiliki pilihan dengan gagasan dan landasan yang jelas, serta secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Setelah hampir satu periode Jokowi memimpin, ada suatu magnet bahwa Presiden tidak korupsi, tidak membangun dinasti politik. Saya yakin, banyak masyarakat Indonesia yang tergugah," pungkasnya.


Editor : inilahkoran