INILAH, Malta- Spanyol dipaksa susah payah mengatasi perlawanan Norwegia. Kini meladeni tuan rumah Malta, akankah Tim Matador mengamuk?
Spanyol bertandang ke Ta'Qali National Stadium, markas Malta dalam laga kedua Grup F Kualifikasi EURO 2020, Rabu (27/3) dini hari WIB. Ini duel dua pemuncak, setelah kedua tim sama-sama menang di laga perdana.
Spanyol jelas lebih diunggulkan. Materi pemain La Furia Roja lebih mumpuni. Tapi yang bikin ragu, adalah performa 'pas-pasan' mereka saat menaklukkan Norwegia 2-1 di Mestalla Stadium, Minggu (24/3) lalu.
Memang, dalam laga tersebut Spanyol mendominasi permainan. Tapi lini depan tim asuhan Luis Enrique tampak frustrasi membongkar sistem pertahanan lawan.
Gol pertama tercipta, lebih pada kemampuan individu Rodrigo Moreno dalam melepaskan tendangan voli. Bukan dari sebuah proses ciamik dalam membangun serangan.
Spanyol bahkan harus kebobolan lewat gol Joshua King dari titik putih. Beruntung, lewat titik putih pula, sang kapten Sergio Ramos mencetak gol kemenangan.
Ramos sendiri mengaku enggan terlalu memusingkan skor akhir, ataupun anggapan para pengkritik. Dia merasa, timnya sudah memulai dengan sempurna kiprah di Kualifikasi EURO 2020 ini.
"Kami telah memulai perjalanan baru dengan cara yang lebih baik. Memenangkan pertandingan melawan tim yang membuat segalanya sangat sulit bagi kami itu cukup penting."
Kini, Spanyol memilih fokus meraih kemenangan melawan tuan rumah Malta. Ramos meyakini laga akan sulit. Apalagi, tuan rumah dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang melawan Kep. Faroe dalam laga perdana.
"Kami tahu itu akan sulit tetapi kami masih bermain dengan baik. Saya rasa, kami harus melakukan segalanya untuk meraih hasil positif," tandasnya.
Sementara itu Pelatih Luis Enrique ogah mengubah taktik meskipun timnya dikritik lantaran susah payah menaklukkan Norwegia. Dia masih akan mengusung
formasi 4-3-3 yang jadi andalannya selama ini.
"Tidak ada sesuatu yang mendesak atau tergesa-gesa (untuk mengubah taktik). Saya ingin memiliki susunan tim utama dengan beberapa pemain pasti, tetapi prosesnya bakal panjang," ujar Enrique dilansir dari Marca.
Enrique menekankan pentingnya kemenangan melawan Malta. Dia akan memainkan para penggawa yang dianggap paling siap bertempur di lapangan.
"Sekarang bukan waktunya untuk mencoba bereksperimen, karena kami memilik pertandingan resmi di depan kami. Kami akan tetap mencoba sesuatu yang baru, tetapi kami harus menang," sambungnya.
"Saya telah memilih 23 pemain yang sudah saya lihat penampilan terbaiknya. Saya akan tetap memakai sistem yang sama, 4-3-3." (bsf)