INILAH, Manchester - Jurgen Klopp berkali-kali menegaskan hasil laga di Old Trafford takkan berpengaruh apapun. Tapi, para pengamat sepak bola Inggris beranggapan lain. Ini bak final bagi Liverpool!
Ya, The Reds bakal bertandang ke markas sang rival abadi, Manchester United dalam pekan ke-26 Liga Primer Inggris. Kemenangan, akan sangat krusial bagi Mohamed Salah dan kawan-kawan.
Liverpool kini menempati posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan jumlah poin yang sama dengan sang pemuncak, Manchester City. Mereka hanya kalah selisih gol. Dan kemenangan melawan MU, akan membuat Liverpool kembali menggeser Man City.
Tapi Man United jelas takkan begitu saja membiarkan sang rival lama menang di Theatre of Dreams-julukan Old Trafford-. Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer juga butuh kemenangan untuk mengamankan posisi empat besar.
Saat ini, Man United menempati peringkat keempat dengan selisih satu poin saja dari Arsenal dan Chelsea yang menguntit di posisi kelima dan
keenam. Maka wajar, dengan dua kepentingan berbeda, laga klasik ini bak final.
Bagi Liverpool, tekanan akan lebih besar dirasakan. Maklum, Si Merah tak hanya harus mengejar Man City. Mereka, juga dalam kejaran Tottenham di posisi ketiga dengan selisih lima poin saja.
Manajer Jurgen Klopp mengakui, timnya berada dalam sebuah situasi yang kurang menguntungkan. Tapi, dia seolah ingin membuat anak-asuhnya tak tertekan dengan memandang laga di Old Trafford tak spesial.
"Orang-orang menginginkan jaminan secepat mungkin, tapi tak ada yang bisa memberikan itu. Pada saat ini rasanya seolah-olah City punya sebuah keunggulan karena, ya mereka City," ungkapnya dilansir Liverpool Echo.
"Tottenham punya sebuah keuntungan karena mereka di belakang dan bisa mengejar, dan kami tak dalam situasi yang menguntungkan. Dan kami harus bermain di United pula."
Klopp hanya ingin timnya datang ke Old Trafford dengan sikap dan performa yang tepat. "Kami akan memenanginya karena itu tujuan kami datang ke sana," pungkas Klopp.
Sementara itu Asisten Manajer MU, Mike Phelan memberi bocoran jelang laga timnya melawan Liverpool melalui akun Twitter.
"Pagi semuanya, otak terus berpikir karena persiapan untuk akhir pekan nanti," tulis Phelan di akun @Mike_Phelan_1.
Man United dalam laju oke jelang laga ini. Ole Gunnar Solskjaer telah memenangi 11 dari 13 laga awal sejak menggantikan Jose Mourinho.
Satu-satunya hasil yang mencederai rekornya hanyalah kekalahan di kandang sendiri dari Paris St Germain di ajang Liga Champions.
Kini, Ole Gunnar Solskjaer menghadapi ujian terberat melawan kandidat juara, Liverpool. Ini ujian berikutnya setelah Manchester United mampu menghancurkan Chelsea dan Tottenham Hotspur.