Marcos Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Kepatuhan Hukum Internasional di KTT BRICS

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menyerukan persatuan ASEAN, dialog berkelanjutan, dan kepatuhan hukum internasional dalam KTT BRICS ke-18.

Marcos Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Kepatuhan Hukum Internasional di KTT BRICS
residen Filipina Ferdinand Marcos Jr menyerukan persatuan ASEAN, dialog berkelanjutan, dan kepatuhan hukum internasional dalam KTT BRICS ke-18.

INILAHKORAN.ID-Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyerukan penguatan persatuan ASEAN, dialog berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap hukum internasional saat menyampaikan prioritas kawasan dalam Sesi Terbuka KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Marcos berbicara mewakili Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai negara yang memegang keketuaan ASEAN pada 2026.

Marcos mengatakan, 11 negara anggota ASEAN dengan hampir 700 juta penduduk tetap berkomitmen membangun komunitas kawasan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi ke luar di tengah berbagai tantangan geopolitik dan ekonomi.

“Kami menegaskan kembali bahwa stabilitas kawasan, bahkan stabilitas global, bergantung pada kesetiaan kita terhadap sentralitas ASEAN, dialog berkelanjutan, dan kepatuhan yang teguh terhadap tatanan berbasis aturan yang berlandaskan hukum internasional,” kata Marcos.

Berbicara di Bharat Mandapam Convention Center, Marcos memaparkan tiga prioritas utama keketuaan ASEAN Filipina, yakni pilar perdamaian dan keamanan, koridor kemakmuran, serta pemberdayaan masyarakat.

ASEAN Perkuat Ketahanan Kawasan

Marcos mengatakan ASEAN terus memperkuat kerja sama di bidang maritim, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta keamanan iklim.

Kerja sama tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan kawasan dalam menghadapi berbagai guncangan geopolitik maupun ekonomi.

Di sektor ekonomi, ASEAN juga terus memperkuat rantai pasok, ketahanan energi, dan ketahanan pangan.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui jaringan listrik ASEAN atau ASEAN Common Shared Power Grid, ASEAN Petroleum Security Agreement, serta mekanisme cadangan beras regional.

Selama masa keketuaannya, Filipina juga mendorong pembentukan Digital Economy Framework Agreement.

Selain itu, Filipina mempromosikan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang aman dan beretika, terutama untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha yang digerakkan oleh perempuan.

Marcos mengatakan ASEAN juga tengah mengembangkan skema investasi hijau dan rencana regional bersama untuk sektor pertanian yang lebih siap menghadapi perubahan iklim.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang.

Fokus pada Generasi Muda dan Kelompok Rentan

Dalam aspek pemberdayaan masyarakat, Marcos mengatakan ASEAN terus berinvestasi pada generasi muda, literasi digital, serta pembangunan keluarga yang tangguh.

Di saat yang sama, perlindungan terhadap kelompok rentan juga menjadi bagian dari agenda kawasan.

“Kekuatan ASEAN yang terus bertahan terletak pada konsensus, membangun jembatan, dan keterlibatan konstruktif di berbagai kawasan,” kata Marcos.

Filipina Hadiri KTT BRICS

Filipina menghadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi sebagai negara dengan status undangan khusus atau Outreach Country.

Status tersebut memberikan kesempatan bagi Marcos untuk menyampaikan pandangan Filipina kepada kelompok BRICS bersama negara-negara anggota inti dan negara mitra.

BRICS pada awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan kemudian Afrika Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok tersebut memperluas keanggotaannya dan kini mencakup empat negara anggota ASEAN.

Filipina menyatakan akan terus memantau perkembangan BRICS sembari membuka ruang untuk terlibat secara konstruktif apabila diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Marcos juga menyampaikan ucapan selamat kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan pemerintah India atas keberhasilan menjalankan keketuaan BRICS tahun ini.***


Editor : JakaPermana