Masalah Sampah Reda, Warga Bandung Diminta Aktif Lapor
Pemkot Bandung memastikan, bahwa persoalan sampah yang sempat menjadi perhatian publik kini sudah mulai terkendali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan, bahwa persoalan sampah yang sempat menjadi perhatian publik kini sudah mulai terkendali. Dari total 136 titik kumpul sampah yang tersebar di berbagai wilayah, hampir sebagian besar telah diselesaikan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pengangkutan rutin ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tetapi juga melibatkan pendekatan teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat.
"Alhamdulillah, saat ini masalah sampah sudah jauh lebih terkendali. Banyak titik kumpul sudah kami selesaikan. Kami juga membuka ruang bagi masyarakat yang masih melihat tumpukan sampah, agar segera melaporkan. Karena kami akan langsung bergerak menangani," kata Erwin, Sabtu 31 Mei 2025.
Menurut ia, pihaknya kini tengah mengandalkan teknologi insinerator sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Saat ini, tujuh unit insinerator telah aktif ditempatkan di beberapa tempat penampungan terrpadu (TPT) dan 15 unit lainnya ditargetkan segera beroperasi kembali.
"Pemkot Bandung menargetkan pengadaan hingga 300 unit insinerator ke depan, sebagai bagian dari sistem pengolahan sampah mandiri di wilayah kota," ucapnya.
Selain itu ditambahkan ia, ada sekitar 400 ton sampah per hari yang berhasil diolah melalui berbagai pendekatan. Termasuk program kawasan bebas sampah (KBS) serta sistem pembakaran insinerator. Sementara itu, sisa sampah yang masih harus dibuang ke TPA tercatat sebanyak 144 rit per hari.
"Kami tidak tinggal diam. Penanganan dilakukan dari berbagai sisi teknologi, edukasi hingga kolaborasi dengan warga. Kami ingin masalah ini tuntas bukan hanya sementara, tapi berkelanjutan," ujar dia. *
Editor : Firda Rachmawati

