Masuk Zona Merah, Ini Kekhawatiran Satgas Covid-19 Desa Bojong Kulur
Desa Bojong Kulur di Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor masuk zona merah penyebaran Covid-19 dan ini kekhawatiran Satgas Vovid-19
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Bersama Kecamatan Cibinong, Kecamatan Gunung Putri masuk kecamatan yang paling tinggi angka penularan atau penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Bogor. Salah satunya Desa Bojong Kulur yang masuk zona merah.
Dari 10 desa yang berada di Kecamatan Gunung Putri, tercatat Desa Bojong Kulur yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi paling banyak jumlah kasusnya dalam satu minggu terakhir, dimana paling rendah 34 kasus dan paling tinggi 71 kasus baru perharinya, hingga Desa Bojong Kulur termasuk ke dalam zona merah.
Menanggapi desanya masuk zona merah Ketua Harian Tim Satgas Penanganan Covid-19 Desa Bojong Kulur Puarman pun khawatir jika dana penanganan Covid-19 di desanya tidak cukup jika kasus penyebaran wabah Covid-19 tidak berhenti.
Baca Juga: Jangan Lakukan Ini Saat Sholat Ustadz Abdul Somad: Cara Khusuk Tidak Seperti itu!
"Anggaran bantuan sosial (Bansos) dan penanganan wabah Covid-19 di Desa Bojong Kulur hanya Rp 90 juta di Tahun 2022 ini, kami khawatir kalau anggaran yang diambil dari dana desa tersebut tidak cukup untuk membiayai testing, tracing dan treatment (3T) dan juga pemberian Bansos paket sembako bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman)," kata Puarman kepada wartawan, Rabu, 15 Februari 2022.
Selain treatment pemberian Bansos paket sembako bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani Isoman, untuk pencegahan penyebaran wabah Covid-19, jajarannya juga memaksimalkan pelaksanaan tracing dan testing.
"Tracing dan testing ini kan berperan sangat penting untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, hingga juga dengan dana desa kami pun ikut membiayai pelaksanaan tersebut. Saat ini, ada 34 kasus baru, 540 kasus positif aktif, 24 pasien Covid-19 sedang dirawat di rumah sakit, 31 orang pasien telab sembuh dan 516 orang lainnya sedang menjalani Isoman," terang Puarman.
Baca Juga: Banyak Nakes Terpapar Covid 19, Bima Arya Minta Vaksin Booster Nakes Digeber
Karena keterbatasan anggaran, kepada Pemkab Bogor. Tim Satgas Penanganan Covid-19 Desa Bojong Kulur pun memohon diberikan bantuan penyemprotan zat disinspektan.
"Kami memohon diberikan bantuan penyemprotan zat disinspektan, walaupun belum tentu efektif membunuh wabah Covid-19, setidaknya warga Desa Bojong Kulur lebih nyaman kalau sudah disemprot zat disinspektan," pintanya.
Kepada warga Desa Bojong Kulur, ia pun meminta warga disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid1-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi kegiatan dan menghindari makan bersama.
"Guna meminimalisasi warga terpapar wabah Covid-19, kami tak bosan-bosannya meminta mereka disiplin dalam melaksanakan Prokes Covid-19," pinta Puarman yang juga adalah Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) tersebut. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


