Masyarakat Bogor Harus ‘Ompreng’ Makanan Minuman Non Plastik

Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan menuju Indonesia Bersih 2025, Bupati Bogor Ade Yasin mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mengelola sampah untuk hidup bersih, sehat,

Masyarakat Bogor Harus ‘Ompreng’ Makanan Minuman Non Plastik
INILAH, Bogor – Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan menuju Indonesia Bersih 2025, Bupati Bogor Ade Yasin mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mengelola sampah untuk hidup bersih, sehat, dan bernilai.
 
Ade menyoroti sampah plastik sehingga semua pihak harus mulai mengurangi penggunaan kantong plastik, botol plastik, sedotan plastic, dan sterofoam. Sampah plastik bisa menimbulkan penyakit baru dan merusak lingkungan.
 
"Hari ini saya tandatangani Rancangan Perbup Antik. Aturan ini akan berlaku pada 17 Agustus mendatang. Saya mensosialisasikan aturannya supaya kantor pemerintahan, instansi vertikal, perusahaan swasta, cafe, hotel dan toko modern membiasakan tidak menggunakan kantong plastik, sedotan plastic, dan sterofoam," ucap Ade Yasin kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).
 
Ade mengajak semua pihak untuk 'ompreng' yaitu membawa air dalam botol dan makanan sendiri dari rumah ke sekolah atau tempat kerja untuk mengurangi jumlah sampah plastik.
 
"Sampah plastik ini terbilang bahaya dari faktor lingkungan karena sulit terurai hingga puluhan tahun. Juga berpeluang menimbulkan jenis penyakit baru, termasuk kanker karena ada unsur bakteri mikrobanya," jelasnya.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji menuturkan, timbunan sampah sudah 2.800 ton per hari. Untuk mengurangi timbunan sampah hingga 30 persen, dilakukan dengan cara membentuk 144 KRL, 354 bank sampah dan 32 eco village yang berada di bantaran Sungai Ciliwung.
 
“Armada angkutan sampah jumlahnya terbilang belum ideal. Pemkab Bogor baru memiliki 246 dari kebutuhan 580 unit truk sampah. Tahun 2018 Pemkab Bogor memiliki 181 unit truk sampah dan di tahun ini kami mendapatkan 65 bang sampah. Ini belum idealnya 10.000 jiwa warga memiliki 1 truk sampah atau 580 unit truk sampah karena jumlah penduduk mencapai 5,8 juta jiwa," lanjutnya.


Editor : inilahkoran