Mau Bersaing di Dunia Usaha, Pelaku UMKM Harus Bertransformasi ke Digital

Pakar smenyebutkan transformasi ke digital bukan sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan bagi para pelaku UMKM

Mau Bersaing di Dunia Usaha, Pelaku UMKM Harus Bertransformasi ke Digital
Kepala Pusat Studi Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) Suparjiman mengatakan, pelaku UMKM harus segera bertransformasi ke digital.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Pusat Studi Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) Suparjiman mengatakan, pelaku UMKM harus segera bertransformasi ke digital.

Menurut Suparjiman, transformasi ke digital bukan sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan bagi para pelaku UMKM. Dengan berjualan di pasar digital atau online, misalnya di media sosial, maka ongkosnya akan lebih murah, produk bisa diakses oleh semua orang dari berbagai kalangan.

"Media sosial jangan hanya dipakai untuk mencari teman lama, tetapi harus bisa dimanfaatkan untuk promosi produk (UMKM) andalan kita," ucap Suparjiman, Senin 28 Februari 2022.

Baca Juga: Dampak PPKM Level 3 Mulai Terasa, Pengusaha Objek Wisata Pun Mengeluh

Suparjiman menjelaskan bahwa pelaku UMKM jangan pernah beranggapan berjualan di pasar online itu mahal. Bahkan sebaliknya, promosi dan berjualan di lapak digital atau online itu sangat murah dibandingkan dengan berjualan secara konvensional biasa.

Dosen UM Bandung ini membeberkan alasan mengapa pelaku UMKM secepatnya harus bertranformasi ke digital. Alasan pertama karena dengan digital, pelaku UMKM akan terhubung dengan pelanggan selama 24 jam penuh. Alasan kedua yakni penjualan cenderung meningkat.

"Alasan selanjutnya kita akan lebih cepat dalam melayani konsumen. Kemudian iklannya juga cukup murah apabila dibandingkan dengan iklan di media lain. Iklan di televisi swasta itu pada awal 1990-an saja sudah puluhan juta, apalagi sekarang, tentu lebih mahal. Namun dengan kita berjualan di marketplace biayanya lebih murah," ujarnya.

Baca Juga: Sepekan, Sebanyak 14 Orang Pasien Positif Covid-19 di Garut Meninggal Dunia

Doktor yang lama berkecimpung di salah satu BUMN ini mengingatkan, selain bertransformasi ke digital, pelaku UMKM juga harus tetap memegang prinsip kejujuran dalam berbisnis. Misalnya harga dan kualitas barang yang diiklankan dengan yang dijual harus sama.

Jangan sampai hanya karena ingin mendapat keuntungan lebih, ujar Suparjiman, pedagang melakukan aksi curang dengan mengurangi kualitas produk yang dijual.

Dalam diskusi yang pesertanya pelaku UMKM Desa Rancatungku ini, Suparjiman juga menegaskan bahwa ke depannya bisa saja daftar orang terkaya di Indonesia itu berasal dari wirausahawan muda.

Baca Juga: Spoiler Forecasting Love and Weather Episode 6: Merasa Frustrasi, Han Ki Joon Terpaksa Lakukan Hal Ini

"Karena para pelaku UMKM saat ini, terutama startup, itu anak-anak muda semua, bahkan banyak yang penghasilannya ratusan juta per bulan, berbeda dengan zaman dulu yang kebanyakan para pelaku UMKM itu orang-orang tua," tandasnya. *** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran