Mei 2019, Okupansi Hotel Di Jabar Menurun 12,72%

Pada Mei 2019, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jabar terhitung mencapai 36,47%. Angka ini turun 12,72% dibandingkan okupansi hotel April 2019 yang mencapai 49,19%. 

Mei 2019, Okupansi Hotel Di Jabar Menurun 12,72%
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Pada Mei 2019, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jabar terhitung mencapai 36,47%. Angka ini turun 12,72% dibandingkan okupansi hotel April 2019 yang mencapai 49,19%. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando mengatakan, penurunan tersebut terjadi baik dari TPK hotel bintang maupun hotel nonbintang. 

"Memang ada beberapa penyebab seperti bulan Ramadan, juga kemungkinan dari dampak kenaikan harga tiket pesawat. Mei juga merupakan bulan politik," kata Dody di Kantor BPS Jabar, Senin (1/7/2019). 

Dia menyebutkan, TPK hotel bintang pada Mei sebesar 38,79% turun 14,38% dibanding April 2019 yang mencapai 53,17%. Sementara, TPK hotel nonbintang mencapai 28,26%. 

"Untuk nonbintang mencapai 28,26%, turun 7,64% dibanding April 2019 yang mencapai 35,90%. Selama periode Mei 2018 hingga Mei 2019, TPK kelompok hotel bintang selalu lebih tinggi dari TPK hotel nonbintang," ucapnya.

TPK tertinggi menurut kelas hotel bintang pada Mei itu diakuinya tercatat pada hotel bintang lima sebesar 47,88%. Disusul kemudian hotel bintang dua sebesar 42,25%. 

"Lalu, hotel bintang empat sebesar 41,23% dan hotel bintang tiga sebesar 34,13%.  TPK terendah terjadi pada hotel bintang satu yakni sebesar 33,80%," ujarnya.

Sementara, untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia, ditambahkan Dody tercatat 1,56 hari lebih sebentar dibandingkan Mei 2018, namun lebih lama dibandingkan April 2019.

"April 2019 yang tercatat 1,74 hari dan 1,54 hari. Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang 1,63 hari lebih lama dibandingkan dengan tamu yang menginap di hotel nonbintang yaitu 1,30 hari," tandasnya. (Yogo Triastopo) 


Editor : Doni Ramdhani