Menanam Tertib lewat Kreativitas
ATURAN lalu lintas tak hanya disampaikan lewat rambu. Polda Jabar mengenalkannya melalui lomba, kreativitas, dan edukasi sejak dini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Cesar Yudistira
Pesan tentang keselamatan berlalu lintas tidak selalu harus disampaikan lewat rambu dan aturan. Di Jawa Barat, pesan itu hadir melalui langkah-langkah Polisi Cilik, adu pengetahuan, hingga goresan warna di dinding mural.
Menyambut HUT ke-71 Lalu Lintas, Polda Jawa Barat menggelar sejumlah perlombaan dengan melibatkan 23 Polres jajaran. Kegiatan tersebut mengusung tema “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”.
Tiga perlombaan digelar, yakni Polisi Cilik, cerdas cermat lalu lintas, dan mural. Ketiganya menjadi ruang untuk menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan cara yang lebih dekat dan kreatif.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan seluruh perlombaan diikuti 23 Polres jajaran Polda Jabar.
“Dalam rangka menyambut HUT ke-71 Lalu Lintas, kami melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan 23 Polres jajaran. Kegiatan ini mengusung tema ‘Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri’,” katanya, akhir pekan lalu.
Di antara berbagai perlombaan, Polisi Cilik menjadi salah satu kegiatan yang menyasar anak-anak. Sejak usia dini, mereka dikenalkan pada disiplin, aturan, dan pengetahuan dasar mengenai lalu lintas.
Bagi Raydian, pengenalan tersebut penting karena budaya tertib di jalan tidak lahir secara tiba-tiba. Kebiasaan memahami aturan dan menghargai pengguna jalan lain perlu dibangun sejak dini.
Pesan yang sama juga disampaikan melalui lomba cerdas cermat lalu lintas. Perwakilan dari 23 Polres beradu pengetahuan mengenai aturan dan keselamatan berlalu lintas.
Edukasi pun tidak berhenti di ruang perlombaan. Melalui lomba mural, pesan keselamatan dituangkan dalam karya seni. Dinding menjadi media untuk menyampaikan ajakan tertib berlalu lintas dengan bahasa visual yang lebih mudah diterima masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga dengan cara yang kreatif dan menarik,” ujar Raydian.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Jabar memperkuat hubungan antara Polantas dan masyarakat. Polisi lalu lintas tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga berupaya hadir melalui edukasi dan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Raydian berharap momentum HUT ke-71 Lalu Lintas dapat menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.
“Semangat HUT ke-71 Lalu Lintas ini kami jadikan momentum untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan,” katanya. (cesar yudistira/gin)
Editor : Inilahkoran

